PALTV.CO.ID- Apple memberikan sinyal kurang menggembirakan bagi konsumen yang berencana membeli iPhone atau MacBook dalam waktu dekat. Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat tersebut mengisyaratkan bahwa harga perangkatnya kemungkinan tidak akan menjadi lebih murah dalam waktu dekat. Bahkan, konsumen juga tidak disarankan berharap mendapatkan potongan harga besar dalam berbagai program promosi mendatang.
Kondisi ini dipicu oleh meningkatnya harga chip memori serta membengkaknya biaya pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Tekanan biaya komponen tersebut turut dirasakan Apple, sehingga perusahaan mulai menyesuaikan harga sejumlah produknya untuk menjaga keuntungan.
Jika selama ini konsumen menantikan musim diskon akhir tahun untuk mendapatkan iPhone atau MacBook dengan harga lebih terjangkau, tampaknya harapan tersebut perlu dipertimbangkan kembali. Pasalnya, industri teknologi sedang menghadapi kenaikan harga berbagai komponen penting yang berdampak langsung terhadap biaya produksi perangkat.
Apple juga diperkirakan akan lebih berhati-hati dalam memberikan potongan harga maupun penawaran menarik selama beberapa bulan mendatang.
Dalam laporan Reuters, CEO Apple John Ternus mengungkapkan bahwa perusahaan mengalami kenaikan biaya chip memori dibandingkan kuartal sebelumnya. Meski begitu, Apple masih mampu menekan sebagian dampak kenaikan tersebut dengan memanfaatkan persediaan komponen yang telah dibeli sebelumnya serta memperoleh penghematan dari sejumlah komponen lainnya.
BACA JUGA:Inventor Binaan Kemenkum Sumsel Sabet Juara 1 Nasional Indonesia Patent Award 2026
Namun, langkah tersebut belum sepenuhnya mampu mengatasi tekanan biaya produksi. Apple bahkan mulai menaikkan harga beberapa perangkatnya untuk mengimbangi peningkatan pengeluaran.
Dengan harga chip memori yang diperkirakan kembali melonjak pada tahun depan, Apple kemungkinan akan mengurangi pemberian diskon besar. Strategi ini diperlukan agar margin keuntungan perusahaan tidak semakin tergerus akibat meningkatnya biaya produksi.
Apple Naikkan Harga Produk Seiring Melonjaknya Biaya Memori
Pada September 2026, setelah memperkenalkan iPhone 18 Pro Series, Apple menaikkan harga iPhone 17 sebesar US$100 atau sekitar Rp1,6 juta di pasar Amerika Serikat.
Kenaikan harga di India bahkan tercatat lebih tinggi. iPhone 17 dengan kapasitas penyimpanan 256GB yang sebelumnya dibanderol Rp15,52 juta, kini dijual seharga setara Rp18,70 juta.
Dengan demikian, harga perangkat tersebut mengalami kenaikan sebesar Rp3,18 juta.
Selain lini iPhone, Apple juga melakukan penyesuaian harga terhadap beberapa model MacBook. Kebijakan ini menjadi salah satu upaya perusahaan untuk mengantisipasi peningkatan biaya komponen yang semakin membebani kegiatan produksinya.
Meski kenaikan harga tersebut mulai membantu perusahaan menghadapi tekanan biaya, situasi diperkirakan belum akan membaik dalam waktu dekat.
Direktur Keuangan Apple, Kevan Parekh, menyampaikan dalam konferensi laporan keuangan bahwa biaya chip memori diperkirakan masih akan mengalami kenaikan hingga tahun depan.