MUARA ENIM, PALTV.CO.ID - Sinar matahari di kawasan Kabupaten Muara Enim mulai terasa terik, musim kemarau pun sudah mulai terasa.
Kasus penyebaran Inspeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) dan diare yang sering terjadi saat musim kemarau di Muara Enim belum terkonfirmasi.
Hal ini di sampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muara Enim Eni Zatila. Musim panas juga baru terasa meski sudah sejak bulan Mei. Namun beberapa waktu kemarin hujan masih mengguyur wilayah Muara Enim.
Dalam dua minggu belakangan matahari sudah terasa terik, cuaca panas mulai terasa namun belum berdampak pada kesehatan masyarakat.
BACA JUGA:Operator PSEL Harus Miliki Sertifikasi Ketenagalistrikan
BACA JUGA:Kebakaran Kerap Terjadi, Masyarakat Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
Eni Zatila, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muara Enim.-Yansyah-PALTV
Dijelaskannya, kalau saat musim panas sering terjadi penyebaran penyakit ISPA dan diare karena di sebabkan kekeringan.
Menurut Eni Zatila, debu dan endapan air kotor bisa menjadi sarang bakteri yang menyebabkan ISPA dan diare.
Hingga saat ini belum terkonfirmasi adanya kasus ISPA dan diare. Tercatat masyarakat sering berobat akibat perubahan cuaca menjadi penyebab flu.
“Itu masih wajar karena tubuh manusia beradaptasi akan perubahan cuaca. Belum ada peningkatan perawatan diare dan ISPA apa lagi ISPA berat,” ujar Eni Zatila.
BACA JUGA:Kejari Pagar Alam Geledah Bank Sumsel Babel Terkait Penyimpangan Dana KUR
BACA JUGA:Wakil Bupati PALI Terjaring OTT Terkait Fee Proyek
Eni Zatila beranggapan mungkin ada warga yang berobat karena ISPA namun tidak sampai harus menjalani rawat inap.
Gangguan pernafasan ringan bisa juga disebabkan oleh cuaca panas, sebaiknya jika melakukan aktivitas di luar ruangan bila perlu menggunakan masker.