Harga Bitcoin Ambles Dipicu Ketegangan AS-Iran, Pasar Kripto Global Tertekan

Senin 20-04-2026,13:05 WIB
Reporter : M Fikri Adriansyah
Editor : Devi Setiawan

Kebijakan ini memicu kekhawatiran akan lonjakan harga minyak dunia, sekaligus mengguncang sentimen pasar global, termasuk aset kripto yang dikenal sensitif terhadap faktor eksternal.

Data dari TradingView menunjukkan bahwa Bitcoin sempat menyentuh level tertinggi dalam 10 pekan di posisi US$ 78.400 pada Jumat sebelumnya.

BACA JUGA:Tablet Pintar Masa Depan! Moto Pad 2026 Pakai Chip AI Canggih

BACA JUGA:Harga Bright Gas Naik, Stok LPG 12 Kg di Palembang Kosong

Namun, momentum positif tersebut tidak bertahan lama seiring munculnya tekanan jual akibat memudarnya harapan tercapainya gencatan senjata antara kedua negara.

Sepanjang akhir pekan, pasar diwarnai sinyal yang saling bertentangan dari Amerika Serikat dan Iran.

Kesepakatan damai yang sebelumnya diperkirakan tercapai kini dinilai gagal bertahan, sehingga meningkatkan ketidakpastian di pasar global.

Penutupan Selat Hormuz juga mengalihkan fokus pelaku pasar ke pergerakan harga energi.

BACA JUGA:Limbah Tahu Cemari Anak Sungai di Kelurahan Bukit Lama, Belum Ada Solusi dari Pemkot Palembang

BACA JUGA:Pembangunan PSEL Palembang Ditargetkan Rampung Oktober 2026

Sebelumnya, harga minyak mentah jenis WTI sempat turun di bawah US$ 80 per barel untuk pertama kalinya sejak 10 Maret.

Namun, risiko gangguan pasokan akibat ketegangan geopolitik kini kembali menjadi perhatian utama.

Di tengah kondisi pasar yang fluktuatif, pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati. Analis dari Material Indicators menilai bahwa sentimen pasar kripto saat ini masih cenderung positif, namun sangat rentan berubah dalam waktu singkat.

Bahkan, perubahan sentimen dapat dipicu oleh faktor sederhana, seperti pernyataan di media sosial.

BACA JUGA:Gedung Sekolah dan Gereja Maranatha Palembang Terbakar, 3 Orang Sesak Nafas

BACA JUGA:Moto Pad 2026 Masuk Segmen Mid-Range Premium, Tawarkan Performa Seimbang dan Fitur Modern

Kategori :