PALEMBANG, PALTV.CO.ID - Kabar mengenai langkanya susu UHT di sejumlah ritel belakangan ini ramai diperbincangkan di media sosial. Fenomena ini memicu kekhawatiran masyarakat, terutama bagi keluarga yang menjadikan susu sebagai kebutuhan harian.
Bahkan, di beberapa gerai ritel modern maupun toko tradisional, mulai diterapkan kebijakan pembatasan pembelian untuk setiap konsumen guna mengantisipasi kekosongan stok yang lebih parah.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Senin (6/4/2026), kondisi tersebut juga terjadi di kawasan Pasar 26 Ilir. Di salah satu toko makanan dan minuman, stok susu UHT seluruh varian full cream dilaporkan telah kosong selama kurang lebih dua bulan terakhir.
Rak yang biasanya dipenuhi berbagai merek susu kini tampak lengang, menyisakan hanya beberapa produk alternatif yang tidak banyak diminati pembeli.
BACA JUGA: Polisi Amankan 4,2 Kg Sabu di Jalintas Sumatera Ogan Ilir
BACA JUGA:Tingkatkan Keandalan Pasokan, PLN UP3 Ogan Ilir Intensifkan Pemeliharaan Preventif Gardu Distribusi
Langkanya susu UHT di sejumlah ritel belakangan ini ramai diperbincangkan di media sosial. --Foto : Suryadi - PALTV
Pemilik toko, Andi Toha, menjelaskan bahwa kekosongan stok ini sudah terjadi bahkan sebelum bulan puasa. Menurutnya, sejak sekitar dua bulan lalu, pasokan susu UHT full cream tidak lagi datang dari distributor seperti biasanya.
“Stoknya sudah kosong sebelum puasa, kurang lebih dua bulan ini belum ada pengiriman lagi,” ungkap Andi.
Andi menambahkan, kondisi ini bukan semata karena gangguan distribusi biasa, melainkan adanya lonjakan permintaan dalam jumlah besar. Andi menduga, sebagian besar stok susu tersebut diborong untuk memenuhi kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang belakangan memang tengah digencarkan di berbagai daerah. Program tersebut membutuhkan pasokan susu dalam jumlah besar sebagai bagian dari pemenuhan gizi masyarakat.
Lebih lanjut, Andi mengungkapkan bahwa sebenarnya dalam beberapa bulan sebelumnya stok susu UHT masih sempat tersedia, meskipun dalam jumlah terbatas. Namun, untuk menghindari penimbunan dan memastikan pemerataan distribusi kepada pelanggan, pihak toko terpaksa memberlakukan pembatasan pembelian.
BACA JUGA:Kemenkum Sumsel Dorong Percepatan Program dan Kinerja
BACA JUGA:Banjir di 8 Titik, RD Kebut Penataan DAS Bendung dan Pelebaran Retensi Polda
Pemilik toko, Andi Toha, menjelaskan bahwa kekosongan stok ini sudah terjadi bahkan sebelum bulan puasa. Menurutnya, sejak sekitar dua bulan lalu, pasokan susu UHT full cream tidak lagi datang dari distributor seperti biasanya. --Foto : Suryadi - PALTV
“Waktu itu masih ada sedikit, tapi pembeliannya memang dibatasi,” jelasnya.