Bukit Asam PT. BA

Rupiah Melemah, Perajin Tempe di Palembang Tertekan Kenaikan Harga Kedelai

Rupiah Melemah, Perajin Tempe di Palembang Tertekan Kenaikan Harga Kedelai

Nilai tular Rupiah melemah membuat perajin tempe di Palembang tertekan kenaikan harga kedelai impor.-Aidil-PALTV

PALEMBANG, PALTV.CO.ID - Melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat berdampak langsung terhadap usaha tempe di  Jalan Asia Lorong Saleh RT 06 Kota Palembang.

Harga kedelai impor yang terus melonjak membuat para perajin tempe harus memutar otak agar usaha mereka tetap bertahan.

Imam Chamdan, salah seorang perajin tempe di kawasan Plaju Kota Palembang, mengaku kondisi saat ini menjadi yang terberat selama dirinya menekuni usaha tempe sejak tahun 1996.

“Dengan kenaikan Dolar otomatis mempengaruhi harga kacang kedelai. Semakin tinggi harga Dolar, semakin terjepit para pengrajin tempe,” kata Imam Chamdan pada Jumat siang, 22 Mei 2026.

BACA JUGA:International Plaza Palembang Tutup 1 Juni 2026, Pedagang Diminta Segera Kosongkan Tenant

BACA JUGA:Buron 9 Bulan, Pelaku Pembunuhan Akhirnya Diringkus Setelah Kembali ke Palembang


Imam Chamdan, perajin tempe di Palembang.-Aidil-PALTV

Pria berusia 55 tahun itu mengatakan bahwa harga kedelai saat ini telah mencapai Rp13 ribu hingga Rp14 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya, harga kedelai masih berada di angka Rp9.800 per kilogram.

“Kalau dulu kenaikan paling tinggi itu cuma Rp50 per kilo. Sekarang langsung naik Rp3 ribu sampai Rp5 ribu per kilo dalam waktu dua bulan,” ujarnya.

Menurut Imam, lonjakan harga kedelai kali ini bahkan melampaui kondisi saat krisis moneter (krismon) tahun 1998.

Saat krismon 1998 itu, harga kedelai tertinggi hanya berkisar Rp6 ribu hingga Rp7 ribu per kilogram.

BACA JUGA:4 Tahun Tak Bisa Berjalan, Lansia di Palembang Dapat Bantuan Kursi Roda dari Polri

BACA JUGA:Ragam Soto Nusantara Sebuah Gambaran Kekayaan Kuliner Indonesia dengan Cita Rasa Berbeda


Imam Chamdan menunjukkan kedelai yang diimpor dari Amerika Serikat.-Aidil-PALTV

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: paltv