PALEMBANG, PALTV.CO.ID — Puncak peringatan Ceng Beng pada Sabtu, 5 April 2026, dimanfaatkan warga Tionghoa di Palembang untuk berziarah ke makam leluhur di sejumlah tempat pemakaman umum(TPU)salah satunya di TPU Talang Kerikil.
Tradisi tahunan ini dilakukan dengan membersihkan makam dan sembahyang sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur, serta diikuti ribuan peziarah dari dalam kota, luar daerah, hingga mancanegara.
Koordinator kegiatan Ceng Beng, Pipi, mengatakan peringatan tahun ini mengalami peningkatan jumlah pengunjung yang cukup signifikan, terutama pada hari puncak, 5 April 2026.
“Ceng Beng seperti biasa diisi dengan sembahyang dan bersih-bersih makam leluhur. Puncaknya hari ini, 5 April. Pengunjung banyak, tidak hanya dari Palembang, tapi juga dari luar kota seperti Jakarta dan Surabaya, bahkan dari luar negeri seperti Singapura dan Amerika,” ujar Pipi.
BACA JUGA:iForte dan Protelindo Gelar National Dance Competition “Inspirasi Diri” di Palembang
Prosesi Sembahyang Tradisi Ceng Beng--Foto ; M. Aidil
Ia menjelaskan, lonjakan peziarah sebenarnya sudah terlihat sejak beberapa hari sebelum puncak. Pada 28 hingga 29 Maret 2026, jumlah pengunjung mulai meningkat, kemudian kembali ramai pada 3 April saat libur panjang.
“Biasanya memang ramai di puncak, tapi sebelum itu juga sudah cukup ramai. Hari ini puncaknya luar biasa,” katanya.
Menurutnya, tradisi Ceng Beng kini telah menjadi agenda tahunan yang dilakukan secara luas di berbagai daerah di Indonesia. Ia berharap, melalui peringatan ini, masyarakat diberikan keselamatan dan keberkahan.
“Harapan ke depan, semoga semua diberikan keselamatan dan Palembang tetap aman dan sehat,” tambahnya.
BACA JUGA:Nokia X90 Pro Max Resmi Hadir, Siap Guncang Pasar Flagship
BACA JUGA:Aksesori Nokia untuk Perangkat Flagship: Menyiasati Kebutuhan di Tengah Rumor Nokia X90 Pro Max
Koordinator kegiatan Ceng Beng, Pipi, mengatakan peringatan tahun ini mengalami peningkatan jumlah pengunjung yang cukup signifikan, terutama pada hari puncak, 5 April 2026.--Foto : M. Aidil
Sementara itu, salah satu peziarah, Iskandar, menyebut Ceng Beng merupakan bentuk bakti kepada leluhur yang telah mendahului.