iForte dan Protelindo Gelar National Dance Competition “Inspirasi Diri” di Palembang

Sabtu 04-04-2026,21:41 WIB
Reporter : Aidil
Editor : Devi Setiawan

Lagu tersebut memadukan musik pop dengan unsur budaya seperti senandung bahasa Toraja, chanting Indonesia, serta 11 alat musik tradisional dari berbagai daerah.


Yuliati Roge Hadiyanti, Associate GM Sumatera iForte, Sabtu (4 April 2026).-Aidil-PALTV

Associate GM Sumatera iForte, Yuliati Roge Hadiyanti, berharap kompetisi ini dapat menjadi wadah eksplorasi bagi para penari muda di Indonesia.

BACA JUGA:Trafik Libur Panjang Akhir Pekan Perayaan Paskah di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS)

BACA JUGA:Harga Kebutuhan Pokok Turun Pasca Lebaran, Namun Belum Stabil

“Harapannya, event ini bisa menjadi tempat menemukan talenta-talenta tari dari Sabang sampai Merauke. Banyak sekali potensi yang selama ini belum terlihat, terutama dari kalangan mahasiswa. Di sini mereka bisa mengeksplor kemampuan di luar akademik,” ucap Yuliati Roge Hadiyanti pada hari Sabtu, 4 April 2026.

Pelaksanaan di Palembang yang digelar di Palembang Indah Mall pada hari Sabtu tanggal 4 April 2026 juga mengusung tema Nusantara, di mana seluruh peserta dan pendukung mengenakan busana bernuansa budaya Indonesia.

Dari hasil penilaian dewan juri untuk kategori SMA/SMK, Juara 1 diraih SMA Negeri 15 Bandar Lampung (Maniac Dance). Disusul SMK Negeri 5 Kota Bengkulu (Arutala) sebagai Juara 2 dan SMA Negeri 1 Bandar Lampung (Smansa Helau Dance) sebagai Juara 3.

Sementara pada kategori Perguruan Tinggi, Juara 1 diraih Universitas PGRI Palembang (Swarna Gati), Juara 2 Universitas Teknokrat Indonesia Lampung (Ascarya Dancer), dan Juara 3 Universitas Jambi (Dwicatur).

BACA JUGA:Hadiri Tanam Padi dengan Drone , Danrem 044/Gapo Dorong Ketahanan Pangan

BACA JUGA:Pasca Kebakaran, Herman Deru Tegaskan Perlu Adanya Penataan dan Pembatasan Sumur Minyak Rakyat


Tim Swarna Gati dari Universita PGRI Palembang berhasil meraih Juara 1 pada tahap Kurasi Offline di Palembang, Sabtu (4 April 2026).-Aidil-PALTV

Kapten tim Swarna Gati dari Universitas PGRI Palembang, Safta, mengungkapkan konsep tarian mereka terinspirasi dari cerita lokal Sumatera Selatan.

“Kami selalu mencari cerita daerah untuk diangkat. Kali ini kami mengangkat sosok ‘Maksumai’, kepercayaan masyarakat Semendo atau Pagar Alam, yaitu penjaga hutan berbentuk manusia harimau. Kami menampilkan keberanian dan ketangguhannya sebagai simbol,” jelas Safta.

Ia menambahkan, untuk babak grand final nanti timnya akan mengembangkan konsep cerita menjadi lebih kompleks.

“Di Jakarta nanti kami ingin membuat alur cerita lebih konkret, misalnya konflik Maksumai yang marah pada manusia yang merusak hutan. Selain itu, kami juga ingin menambah elemen kejutan dalam koreografi agar tampil lebih kuat, dengan tujuan minimal Juara 3 di ajang Nasional nanti,” ungkap Safta.

Kategori :