PALEMBANG, PALTV.CO.ID - Kampung Al-Munawar telah menjadi salah satu destinasi wisata religi dan memiliki sejarah panjang terhadap peradaban masyarakat Arab di kota Palembang.
Namun hingga saat ini, di beberapa titik lokasi wisata Kampung Al-Munawar mulai mengalami kerusakan.
Dalam kunjungan ke Kampung Al-Munawar pada Jumat, 27 Maret 2026), Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) akan berupaya menghidupkan kembali Kampung Al-Munawar.
Sebagai destinasi wisata religi dan budaya di kota Palembang, Heram Deru berencaana akan menghidupkan Kampung Al-Munawar melalui festival pariwisata budaya dan kearifan lokal.
BACA JUGA:Korsleting Arus Pendek Listrik, 3 Bangunan di Jalan Sukamaju Hangus di Amuk Sijago Merah
BACA JUGA:Posyandu Puspita Kemuning Sambut Antusias Jalan Sehat PALTV 2026
Anak-anak Kampung Arab Al-Munawar antusias sambut Gubernur Sumsel Herman Deru.--Dokumentasi Humas Pemprov Sumsel
Dengan beragam kegiatan festival tersebut, Kampung Al-Munawar dapat lebih dikenal secara luas oleh masyarakat sebagai simbol keberagaman suku dan budaya yang ada di kota Palembang.
“Setelah sepuluh tahun lalu, tepatnya pada 2016 saat pertama kali diluncurkan melalui festival, saya melihat Kampung Wisata Al-Munawar perlu disentuh kembali dengan kegiatan ataupun festival,” ujar Gubernur Sumsel Herman Deru.
Dalam peninjauan tersebut, Gubernur Herman Deru juga menemukan sejumlah bangunan di kawasan itu yang membutuhkan perbaikan karena mulai mengalami kerusakan.
Gubernur Sumsel Herman Deru mengaku telah berkoordinasi dengan Bank Indonesia sebagai salah satu pihak yang sebelumnya menjadi sponsor utama dalam pengembangan kawasan Kampung Al-Munawar.
BACA JUGA:Kejati Sumsel Tetapkan Delapan Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Kredit Bank Merah
BACA JUGA:6 SPPG di Sumsel Disuspensi Usai Sidak Ramadan, Terkendala IPAL hingga Higienitas
"Kita tadi juga sudah koordinasi dengan BI. Dan kegiatan yang paling penting bahwa yang kita banggakan di Palembang ini bangunan sudah ada sejak 1800-an masih terjaga dengan kearifan lokal dan sejarah," tambah Herman Deru.
Salim, warga Kampung Arab Al-Munawar.--Dokumentasi Humas Pemprov Sumsel