Usai Lebaran, Polda Sumsel Fokus Antisipasi Karhutla Dini Hadapi Kemarau 2026

Rabu 25-03-2026,15:37 WIB
Reporter : Mulyadi
Editor : Abidin Riwanto

PALEMBANG, PALTV.CO.ID- Memasuki hari pertama kerja pasca cuti bersama Idul Fitri 1447 Hijriah, jajaran Polda Sumatera Selatan langsung mengalihkan fokus pada ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diprediksi meningkat pada musim kemarau tahun ini.

Dalam apel pagi yang dipimpin Kapolda Sumsel Sandi Nugroho di Mapolda, Rabu 25 Maret 2026, isu karhutla menjadi salah satu perhatian utama selain pengamanan arus balik Lebaran.

Kapolda menegaskan bahwa potensi karhutla tahun 2026 perlu diantisipasi sejak dini, seiring prediksi BMKG yang menyebut musim kemarau akan datang lebih cepat dan cenderung lebih kering, dengan puncak pada Juli hingga Agustus.

“Kondisi ini harus kita waspadai bersama karena berpotensi meningkatkan titik panas yang bisa berkembang menjadi kebakaran,” ujar Kapolda dalam arahannya.

BACA JUGA:Hari Pertama Masuk Kerja Pasca Libur Lebaran, Sekda Palembang Tinjau Pelayanan di Rumah Aspirasi

Ia menekankan bahwa penanganan karhutla tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor. 

Seluruh jajaran diminta segera melakukan langkah mitigasi, mulai dari pemetaan wilayah rawan hingga edukasi masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

Selain itu, penguatan sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, serta masyarakat dinilai menjadi kunci dalam mencegah meluasnya kebakaran seperti yang pernah terjadi di tahun-tahun sebelumnya.


Usai Lebaran, Polda Sumsel tingkatkan antisipasi dini karhutla menghadapi musim kemarau 2026 guna mencegah kebakaran hutan meluas.--Foto: Humas Polda Sumsel

Kapolda juga mengingatkan bahwa pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan penanggulangan saat kebakaran sudah terjadi. Oleh karena itu, pendekatan preemtif dan preventif harus menjadi prioritas utama di lapangan.

“Karhutla adalah ancaman tahunan yang dampaknya luas, baik terhadap lingkungan maupun kesehatan masyarakat. Karena itu, kita harus bergerak sebelum api muncul,” tegasnya.

Langkah cepat yang diambil usai Lebaran ini menjadi sinyal bahwa Polda Sumsel tidak hanya fokus pada pengamanan momentum hari besar, tetapi juga bersiap menghadapi potensi bencana yang bisa berdampak luas bagi masyarakat di Sumatera Selatan.

Kategori :