PALTV.CO.ID- Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Rabu, 18 Maret 2026, menunjukkan pelemahan dengan kecenderungan mendekati level Rp17.000 per USD.
Dari beberap asumber, berdasarkan pergerakan pasar terkini, kurs dolar berada di kisaran Rp16.950 hingga Rp17.000, mencerminkan tekanan eksternal yang masih membayangi mata uang Garuda.
Sementara itu, mengacu pada data terbaru dari Bank Indonesia (BI), kurs referensi menunjukkan bahwa nilai tukar rupiah masih berada dalam tren yang relatif stabil meskipun mengalami tekanan.
BI mencatat kurs jual dolar AS berada di level Rp17.074 per USD, sedangkan kurs beli berada di Rp16.905 per USD. Data ini memberikan gambaran bahwa meskipun rupiah melemah, pergerakannya masih dalam batas yang terkendali.
BACA JUGA:Mudik Nyaman Tanpa Cemas, Asuransi Jadi Solusi Perlindungan Lebaran
Pelemahan rupiah ini tidak terjadi tanpa sebab. Sejumlah faktor global menjadi pemicu utama, termasuk ketidakpastian ekonomi global, fluktuasi harga minyak dunia, serta dinamika geopolitik yang masih berlangsung.
Kondisi tersebut mendorong investor global cenderung mencari aset yang lebih aman, seperti dolar AS, sehingga permintaan terhadap mata uang tersebut meningkat.
Selain faktor global, tekanan terhadap rupiah juga dipengaruhi oleh kebijakan moneter negara maju, terutama Amerika Serikat.
Ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga The Fed yang tetap ketat membuat dolar AS tetap kuat di pasar internasional.
Hal ini berdampak langsung pada mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.
rupiah melemah terhadap dolar AS 18 Maret 2026--freepik
Meski demikian, Bank Indonesia terus berupaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui berbagai kebijakan strategis.
Intervensi di pasar valuta asing serta penguatan cadangan devisa menjadi langkah yang dilakukan untuk meredam volatilitas yang berlebihan.
BI juga tetap optimistis bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat untuk menopang stabilitas rupiah dalam jangka menengah hingga panjang.
Dari sisi domestik, kondisi ekonomi Indonesia masih menunjukkan kinerja yang cukup baik.