PALTV.CO.ID- Dalam beberapa tahun terakhir, terjadi perubahan pola konsumsi yang cukup menarik di kalangan anak muda.
Generasi Z, yaitu kelompok yang lahir sekitar tahun 1997 hingga 2012, mulai menunjukkan kecenderungan berbeda dibanding generasi sebelumnya dalam hal kepemilikan kendaraan pribadi.
Jika dulu membeli sepeda motor baru menjadi salah satu simbol kemandirian bagi anak muda, kini tren tersebut mulai berubah.
Generasi Z terlihat semakin jarang membeli motor baru, dan fenomena ini dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial, ekonomi, serta perkembangan teknologi.
Salah satu alasan utama mengapa Generasi Z mulai jarang membeli motor baru adalah perubahan prioritas keuangan. Anak muda masa kini cenderung lebih berhati-hati dalam mengelola uang.
BACA JUGA:5 Model Gelang Emas Muda yang Minimalis Namun Tetap Terlihat Mahal dan Stylish
Banyak dari mereka yang lebih memilih mengalokasikan dana untuk kebutuhan lain seperti pendidikan, gadget, hiburan digital, atau bahkan investasi kecil-kecilan.
Dibandingkan membeli motor baru yang membutuhkan biaya cukup besar, mereka lebih tertarik pada hal-hal yang dianggap lebih relevan dengan gaya hidup digital.
Selain itu, kemudahan transportasi alternatif juga menjadi faktor penting. Di banyak kota besar, layanan transportasi online semakin mudah diakses. Kehadiran aplikasi ride-hailing seperti Gojek dan Grab membuat mobilitas menjadi lebih fleksibel tanpa harus memiliki kendaraan pribadi.
Dengan beberapa kali sentuhan di smartphone, pengguna sudah bisa mendapatkan kendaraan untuk bepergian ke mana saja. Hal ini membuat sebagian anak muda merasa tidak perlu lagi membeli motor sendiri.
tren Generasi Z tidak tertarik membeli motor baru--Foto: oto.com
Biaya kepemilikan kendaraan juga menjadi pertimbangan serius. Membeli motor baru bukan hanya soal harga awal, tetapi juga biaya tambahan seperti pajak tahunan, servis rutin, bahan bakar, hingga asuransi.
Bagi Generasi Z yang banyak bekerja secara freelance atau memiliki penghasilan tidak tetap, pengeluaran rutin seperti ini sering dianggap sebagai beban tambahan. Oleh karena itu, mereka lebih memilih opsi yang lebih fleksibel seperti menyewa kendaraan atau menggunakan transportasi online.
Perubahan gaya hidup juga berperan besar dalam fenomena ini. Generasi Z dikenal sebagai generasi yang sangat terhubung dengan dunia digital. Banyak aktivitas yang dulunya membutuhkan mobilitas fisik kini bisa dilakukan secara online.
Belanja misalnya, kini dapat dilakukan melalui marketplace seperti Shopee atau Tokopedia tanpa perlu keluar rumah. Begitu juga dengan layanan makanan yang bisa dipesan melalui aplikasi. Dengan semakin banyak aktivitas yang berpindah ke dunia digital, kebutuhan untuk memiliki kendaraan pribadi pun menjadi berkurang.