MBG di Sumsel dibagikan Setiap Hari Selama Ramadan, KPPG Pastikan Standar Gizi Terjaga

Sabtu 28-02-2026,12:54 WIB
Reporter : Ilham Wahyudi
Editor : Muhadi Syukur

Selain itu, setiap produk melalui pengecekan masa kedaluwarsa serta kelengkapan perizinan seperti Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Mekanisme distribusi saat libur sekolah juga dikoordinasikan bersama penanggung jawab (PIC) sekolah.

Sementara di wilayah dengan mayoritas penerima manfaat yang tidak berpuasa, distribusi dilakukan seperti hari biasa dengan menu siap santap. Namun bagi siswa yang menjalankan puasa, tetap diberikan paket makanan kemasan sehat.

Nurya menegaskan bahwa perencanaan menu selama Ramadan tetap mengacu pada prinsip gizi seimbang. SPPG tidak dianjurkan menggunakan makanan yang cepat basi, terlalu pedas, atau berpotensi menimbulkan keracunan pangan.

“Setiap SPPG dapat menyiapkan inovasi produk untuk pemberian MBG di bulan Ramadan dengan tetap memperhatikan keamanan pangan dan kecukupan gizi,” ungkapnya.

BACA JUGA:Peserta Mulai Kirim Undian Anten-Anten Nunggu Buko Berhadiah Umroh

BACA JUGA:Kanwil Kemenkum Sumsel Harmonisasi Perubahan Perbup OKU tentang Tambahan Penghasilan ASN

Rekomendasi menu kemasan antara lain telur asin, abon, dendeng kering, buah, makanan khas lokal, serta kurma (opsional). Seluruhnya disesuaikan dengan standar gizi berdasarkan kelompok usia penerima manfaat.

KPPG Palembang memastikan distribusi MBG tetap dilaksanakan setiap hari sekolah selama Ramadan. Khusus untuk SPPG milik pesantren dan sekolah berasrama (boarding school) muslim, pengolahan makanan dilakukan pada siang hari untuk kemudian disajikan saat berbuka puasa atau sesuai koordinasi dengan pihak satuan pendidikan.

Untuk menjamin kualitas dan keamanan pangan, KPPG Palembang melakukan monitoring dan evaluasi selama pelaksanaan Ramadan.

“Kami akan memastikan ketepatan sasaran, ketertiban administrasi, pemenuhan gizi, serta aspek keamanan pangan tetap terpenuhi,” tegas Nurya.

BACA JUGA:Baznas Muara Enim Tetapkan Zakat Fitrah Rp37.500 per Jiwa

BACA JUGA:Kanwil Kemenkum Sumsel Harmonisasi Perubahan Perbup OKU tentang Tambahan Penghasilan ASN


Untuk menjamin kualitas dan keamanan pangan, KPPG Palembang melakukan monitoring dan evaluasi selama pelaksanaan Ramadan.--Foto : Ilham Wahyudi - PALTV

Setiap SPPG diwajibkan mendokumentasikan rencana dan realisasi layanan, termasuk mekanisme distribusi, daftar penerima, bukti serah terima, hingga penggunaan biaya operasional.

Nurya menegaskan bahwa Ramadan menjadi momentum untuk menunjukkan komitmen pelayanan publik yang adaptif tanpa mengurangi kualitas.

“Bulan Ramadhan bukanlah alasan untuk menurunkan standar pelayanan dan pemenuhan gizi. Ini adalah momentum untuk menunjukkan bahwa pelayanan publik dan keberlanjutan pemenuhan nutrisi masyarakat mampu beradaptasi tanpa mengurangi esensi gizi dan kualitas yang harus diterima anak-anak bangsa,” tutupnya.

Kategori :