Warna merah muda yang khas tidak muncul secara instan.
Ia hadir melalui proses panjang dan alami.
Perubahan warna tersebut terjadi seiring waktu dan dipengaruhi oleh asupan makanan yang dikonsumsi flamingo.
BACA JUGA:Danantara Targetkan Perampingan Besar-Besaran BUMN, Entitas Dipangkas dari 1.043 Jadi 300
BACA JUGA:Ratusan Jamaah Ikuti Pesantren Ramadhan di Masjid Cheng Ho Palembang
Burung ini banyak memakan krustasea seperti udang dan kepiting kecil yang mengandung pigmen karotenoid.
Pigmen inilah yang kemudian terserap dalam tubuh dan perlahan mengubah warna bulu menjadi merah muda hingga fuchsia yang mempesona.
Proses ini tidak terjadi dalam semalam, melainkan membutuhkan waktu bertahun-tahun.
Dari sinilah makna mendalam itu lahir, Flamingo mengajarkan bahwa keindahan sejati membutuhkan proses.
Tidak ada hasil yang instan tanpa perjalanan panjang.
Warna cerah yang menjadi ciri khasnya adalah buah dari konsistensi dan waktu.
Filosofi ini selaras dengan kehidupan manusia.
Setiap individu memiliki potensi yang mungkin belum terlihat sejak awal, tetapi akan berkembang jika terus diasah dan dipelihara.
BACA JUGA:Danantara Targetkan Perampingan Besar-Besaran BUMN, Entitas Dipangkas dari 1.043 Jadi 300
BACA JUGA:Penjualan Kurma di Pasar 10 Ulu Palembang Menurun
Ketika dikenakan, ia bukan hanya mempercantik penampilan, tetapi juga membawa pesan bahwa setiap orang berhak bertumbuh dan bersinar pada waktunya.