Retno berharap media dapat terus mendukung upaya DJP dalam meningkatkan kesadaran dan kepatuhan pajak melalui penyajian informasi yang akurat dan membangun.
Selain mempererat hubungan, kegiatan “Ngemas Tanjak” juga diisi dengan pemaparan sejumlah materi strategis terkait kebijakan dan perkembangan terkini di bidang perpajakan.
Dalam sesi tersebut, jajaran Kanwil DJP memaparkan capaian penerimaan pajak di wilayah Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung, tantangan yang dihadapi, serta langkah-langkah penguatan pengawasan dan pelayanan kepada wajib pajak.
BACA JUGA:Investor Serbu Emas, Harga Melambung di Tengah Gejolak Ekonomi
BACA JUGA:Termurah di Kelasnya! QJ Motor Turino 250 DX Bikin Suzuki & Kawasaki Ketar-Ketir?
Foto Bersama Jajaran Kanwil DJP dan Perwakilan Media--Foto : Suryadi - PALTV
Tak hanya itu, dijelaskan pula berbagai program edukasi dan transformasi digital yang tengah dijalankan oleh Direktorat Jenderal Pajak, termasuk optimalisasi layanan berbasis elektronik guna memudahkan wajib pajak dalam memenuhi kewajibannya.
Upaya peningkatan kualitas layanan, transparansi, serta integritas pegawai juga menjadi bagian penting dalam paparan tersebut.
Diskusi berlangsung interaktif, dengan para jurnalis aktif mengajukan pertanyaan dan menyampaikan pandangan terkait isu-isu perpajakan yang berkembang di masyarakat.
Suasana santai yang dikemas dalam konsep “ngerol” membuat dialog terasa lebih cair dan terbuka, sehingga berbagai topik dapat dibahas secara mendalam namun tetap komunikatif.
BACA JUGA:Batiqa Hotel Palembang Luncurkan Paket Iftar 'Lentera Pak Sabar'
BACA JUGA:Tekan Inflasi Jelang Ramadhan, Polres Ogan Ilir Gelar Pasar Murah
Melalui kegiatan ini, Kanwil DJP Sumsel dan Kepulauan Babel berharap hubungan yang harmonis dengan media dapat terus terjaga.
Sinergi antara otoritas pajak dan insan pers dinilai menjadi kunci dalam membangun kepercayaan publik, meningkatkan literasi perpajakan, serta mendukung pembangunan nasional melalui optimalisasi penerimaan negara.
“Dengan kebersamaan ini, kami optimistis pesan-pesan positif mengenai pajak dapat tersampaikan secara luas dan tepat kepada masyarakat. Pajak kuat, Indonesia maju,” tutup Retno.
Kegiatan media gathering “Ngemas Tanjak” pun menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi, sekaligus menegaskan bahwa komunikasi yang baik adalah fondasi utama dalam membangun kesadaran pajak demi kesejahteraan bersama.