Investor Serbu Emas, Harga Melambung di Tengah Gejolak Ekonomi

Jumat 13-02-2026,07:38 WIB
Reporter : evi
Editor : Hanida Syafrina

PALTV.CO.ID,- Lonjakan harga emas dunia terus berlanjut sepanjang awal 2026 seiring meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.

Harga logam mulia bahkan sempat menembus level 5.000 dolar Amerika Serikat per troy ounce atau setara lebih dari Rp 80 juta per ons, sebelum akhirnya terkoreksi tipis.

Di dalam negeri, dampaknya langsung terasa dengan harga emas ritel yang melampaui Rp 3 juta per gram, mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Kenaikan tajam ini dipicu pergeseran strategi investasi global. Banyak pelaku pasar memilih memindahkan dana dari aset berisiko ke instrumen lindung nilai atau safe haven seperti emas.

Ketidakpastian arah kebijakan ekonomi Amerika Serikat, tensi geopolitik di berbagai kawasan, serta fluktuasi nilai tukar menjadi faktor utama yang mendorong lonjakan permintaan.

BACA JUGA:Termurah di Kelasnya! QJ Motor Turino 250 DX Bikin Suzuki & Kawasaki Ketar-Ketir?

BACA JUGA:Modernisasi Sektor Industri Primer, Lebih dari 390 Ribu Pelanggan Manfaatkan Program Electrifying Agriculture

Sejumlah bank sentral di dunia juga dilaporkan mengurangi porsi cadangan dalam dolar Amerika Serikat dan surat utang pemerintah AS, lalu meningkatkan kepemilikan emas sebagai diversifikasi cadangan devisa.

Pergeseran tersebut memperkuat tekanan permintaan sehingga harga emas melonjak lebih dari dua kali lipat dalam setahun terakhir.

Di sisi lain, investor dinilai semakin pragmatis dalam memilih instrumen investasi. Aliran dana global bergerak cepat ke aset dengan imbal hasil atau keamanan yang dianggap paling menarik.

Ketika ketidakpastian meningkat, emas menjadi pilihan utama karena dinilai lebih stabil dan tidak terikat risiko utang pihak lain seperti obligasi maupun saham.


Di dalam negeri, dampaknya langsung terasa dengan harga emas ritel yang melampaui Rp 3 juta per gram, --chatgpt image

Tekanan ini juga berdampak pada nilai tukar rupiah. Mata uang domestik sempat melemah hingga kisaran Rp 16.700 per dolar AS akibat arus keluar modal asing.

BACA JUGA:Tekan Inflasi Jelang Ramadhan, Polres Ogan Ilir Gelar Pasar Murah

BACA JUGA:Kanwil Kemenkum Sumsel dan PALTV Jalin Kerja Sama Publikasi Informasi Publik

Kategori :