Menurut Herman Deru, Sumsel merupakan bingkai besar dari kontribusi seluruh kabupaten dan kota. Setiap fluktuasi angka statistik, baik naik maupun turun, merupakan hasil kontribusi bersama seluruh daerah di Sumsel hingga mempengaruhi capaian nasional.
Bahkan sektor pertanian menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan kontribusi mencapai 44 persen, sebagai salah satu provinsi lumbung pangan, Sumatera Selatan masih berpotensi dapat terus dikembangkan melalui ekstensifikasi, intensifikasi, serta penguatan hilirisasi dan perdagangan.
“Hari ini menjadi puncak kebahagiaan saya. Ini adalah cita-cita saya bahkan sebelum menjadi gubernur. Sumsel memiliki sumber daya alam dan sumber daya manusia yang luar biasa, namun selama ini angka kemiskinan selalu dua digit. Alhamdulillah, perlahan turun hingga akhirnya menjadi satu digit,” tambah Herman Deru.
BACA JUGA:Wali Kota Palembang Apresiasi Drama Musikal 'Nyanyian Anak dari Desa'
BPS Sumsel menyampaikan Berita Resmi Statistik yang mencatat angka kemiskinan Sumsel turun menjadi satu digit pada September 2025.--Foto : Humas Pemprov Sumsel
Meski kemiskinan turun menjadi 9,85 persen, Herman Deru mengingatkan seluruh pihak agar tidak lengah, untuk menjaga komitmen bersama, dengan menyukseskan Sensus Ekonomi Tahun 2026 yang membutuhkan keterlibatan aktif seluruh penyelenggara pemerintahan dan masyarakat.
“Kita boleh bangga, tetapi tidak boleh lalai. Data yang akurat menjadi kunci kebijakan yang tepat. Selama ini kita bisa melangkah tanpa keraguan karena memiliki data yang benar,” tegasnya.
Sementara untuk menekan angka kemiskinan di Sumsel, terdapat dua strategi utama, yakni meningkatkan pendapatan masyarakat atau menekan biaya hidup.