BACA JUGA:Kemenag Akan Gelar Sidang Isbat 17 Februari 2026
BACA JUGA:Minyakita Tembus Rp18 Ribu di Pasar Lemabang, Satgas Pangan Selidiki Jalur Distribusi
Tak hanya itu, Denza B5 juga dibekali fitur keselamatan dan bantuan pengemudi tingkat lanjut atau ADAS.
Fitur-fitur seperti adaptive cruise control, lane keeping assist, hingga sistem penggerak semi-otomatis menjadi standar, menunjukkan bahwa SUV ini tidak hanya mengandalkan tampilan dan tenaga, tetapi juga keselamatan serta kenyamanan berkendara.
Sinyal terkuat soal kehadiran Denza B5 di Indonesia datang dari pernyataan Le Shuelia, General Manager BYD Asia Pacific.
Dalam sesi media di Tiongkok, ia menyebut peluang membawa Denza B5 ke Indonesia sangat besar.
Pernyataan ini kemudian dikutip dan diperkuat oleh berbagai media nasional.
Bahkan, unit Denza B5 yang dipamerkan di fasilitas sirkuit BYD di Zhengzhou dilaporkan telah menggunakan setir kanan, menandakan kesiapan untuk pasar tertentu.
BACA JUGA:Pasca Ledakan LPG 12 Kg, 1 Korban Belum Siuman, 5 Korban Mulai Membaik
BACA JUGA:RD Intruksikan Penebalan Petugas Atasi Kemacetan Jalan Kol. H. Barlian
Secara global, Denza B5 sudah dipasarkan di sejumlah wilayah, termasuk Tiongkok, Timur Tengah, Australia, hingga Amerika Latin.
Hal ini menegaskan bahwa Denza B5 bukan sekadar konsep, melainkan produk siap jual yang telah digunakan konsumen di berbagai negara.
Soal harga, BYD memang belum mengumumkan banderol resmi Denza B5 untuk Indonesia.
Sebagai gambaran, di pasar Tiongkok mobil ini dijual mulai sekitar 280 ribu yuan, atau setara Rp600 jutaan sebelum pajak dan penyesuaian pasar.
Jika masuk Indonesia, harganya diperkirakan akan meningkat signifikan akibat pajak, bea masuk, dan penyesuaian spesifikasi lokal.
Sejumlah analis memprediksi Denza B5 akan bermain di segmen SUV premium dengan harga di atas Rp1 miliar.