Inflasi Sumsel Januari 2026 Terkendali di 0,05 Persen

Senin 02-02-2026,21:40 WIB
Reporter : Hafid Zainul
Editor : Muhadi Syukur

PALEMBANG, PALTV.CO.ID - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat inflasi month to month (mtm) pada Januari 2026 sebesar 0,05 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan inflasi Desember 2025 yang mencapai 0,49 persen.

Statistisi Ahli Madya BPS Sumsel, Tituk Indrawati mengatakan, inflasi Januari dipengaruhi oleh masih tingginya harga sejumlah komoditas, terutama emas perhiasan yang harganya sudah berada di level tinggi sejak bulan sebelumnya.

“Kalau sekarang 0,05 persen ya, month to month-nya apabila dibanding Desember 2025, kita mengalami inflasi 0,05 persen. Itu disebabkan karena pada Desember yang pertama adalah emas, karena memang harga emas sudah terlanjur tinggi,” ujar Statistisi Ahli Madya BPS Sumsel, Tituk Indrawati, Senin 2 Februari 2026.

Selain emas, inflasi juga dipicu oleh beberapa komoditas pangan yang masih mengalami kenaikan harga, seperti tomat, bawang putih, dan kacang panjang. Sementara itu, harga bawang merah dan cabai tercatat mengalami penurunan atau deflasi.

BACA JUGA:Mayoritas TKA di Sumsel Berasal dari China, Terbanyak di Muara Enim

BACA JUGA:Sat Reskrim Polres Muba Ungkap Kasus Persetubuhan Anak di Bayung Lencir, Pelaku Ditangkap


Statistisi BPS Sumsel Tituk Indrawati menyampaikan data inflasi kepada media.--Foto : ilustrasi AI gpt - muhadi

“Walaupun ada beberapa barang yang mengalami panen, di Sumatera Selatan masih ada komoditas yang harganya tinggi, yaitu tomat, bawang putih, serta kacang panjang. Untuk bawang merah dan cabai alhamdulillah sudah mengalami deflasi,” katanya.

Tituk menambahkan, secara umum inflasi Januari 2026 di Sumatera Selatan tergolong lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya.

“Alhamdulillah kita lebih rendah dibandingkan Desember, karena Desember 0,49 persen, sekarang 0,05 persen,” pungkasnya.

Kategori :