PALTV.CO.ID,- Nilai tukar Dolar Amerika Serikat (USD) terhadap Rupiah Indonesia (IDR) pada perdagangan hari ini menunjukkan tekanan yang masih kuat di pasar global dan domestik.
Berdasarkan data resmi Bank Indonesia (BI), kurs jual USD tercatat Rp 16.869,93, sedangkan kurs beli berada di Rp 16.702,07 per satu dolar AS. Angka ini menunjukkan fluktuasi yang konsisten dengan tren pelemahan rupiah dalam beberapa waktu terakhir.
Bank Indonesia menggunakan data transaksi antarbank untuk menetapkan kurs jual dan beli yang menjadi acuan dalam perdagangan valuta asing di dalam negeri.
Walaupun kurs pasar spot dapat sedikit berbeda, nilai tukar yang dipublikasikan oleh BI sering dijadikan standar acuan untuk transaksi resmi pemerintah dan korporasi.
Rupiah Masih Rentan Terhadap Penguatan Dolar
Pergerakan rupiah yang masih berada pada kisaran Rp 16.700–16.800 per USD menunjukkan bahwa mata uang Garuda masih tertekan oleh beberapa faktor eksternal.
BACA JUGA:Indonesia Bersiap Punya Mobil Listrik Tenaga Surya Produksi Lokal
BACA JUGA:Holiday Angkasa Wisata Hadirkan Promo Umroh by garuda Musim 1448 H, Diskon Hingga Rp1 Juta
Di pasar global, dolar AS masih relatif kuat dibandingkan dengan beberapa mata uang utama lainnya.
Permintaan terhadap aset aman seperti dolar cenderung meningkat ketika investor menghadapi ketidakpastian ekonomi global.
Faktor eksternal semacam data ekonomi AS yang kuat dan kemungkinan kenaikan suku bunga atau penundaan penurunan suku bunga The Fed sering kali memberi tekanan kepada mata uang pasar berkembang, termasuk rupiah.
Meskipun beberapa data ekonomi AS seperti angka inflasi atau tenaga kerja bisa menjadi sinyal pelonggaran, tren pasar masih memfavoritkan dolar sebagai safe haven.
Faktor Domestik: Kebijakan & Sentimen Investor
Sentimen domestik turut memainkan peran penting dalam pergerakan nilai tukar.
Berdasarkan data resmi Bank Indonesia (BI), kurs jual USD tercatat Rp 16.869,93,--Freepik.com