Ketika Hidup Hemat Berhadapan dengan Tradisi Sosial

Kamis 29-01-2026,11:38 WIB
Reporter : evi
Editor : Hanida Syafrina

BACA JUGA:Morbidelli C252V: Mesin V-Twin yang Membuat Touring Kian Nikmat

BACA JUGA:BYD Beri Sinyal Kuat, Denza B5 Berpeluang Masuk Indonesia Tahun Ini

Fenomena ini tampak dalam kehidupan sehari-hari, seperti menjamu tamu, memberi hadiah, atau mengadakan acara besar meski kondisi keuangan tidak memungkinkan.

Tidak jarang, hal tersebut dilakukan dengan mengorbankan stabilitas ekonomi rumah tangga. Akibatnya, upaya hidup hemat menjadi tantangan yang tidak mudah dijalani.


faktor sejarah dan struktur sosial yang turut membentuk pola pengeluaran masyarakat.--chatgpt image

Pada masa krisis ekonomi di pertengahan 1980-an, pemerintah pernah mendorong seluruh lapisan masyarakat untuk menerapkan pola hidup hemat dan sederhana sebagai bagian dari upaya pemulihan ekonomi nasional.

Seruan tersebut ditujukan tidak hanya kepada masyarakat umum, tetapi juga kepada kalangan berada agar turut memberi contoh.

Namun, pelaksanaan di lapangan menghadapi berbagai tantangan.

BACA JUGA:Polisi Tangkap Dua Tersangka Cabul Mahasiswi KKN di Ogan Ilir

BACA JUGA:Mrs X Terbujur Kaku di Kebun Nanas, Warga Muara Enim Digegerkan Penemuan Mayat Perempuan

Gaya hidup mewah yang masih dipertontonkan sebagian kalangan justru menimbulkan kritik dan memperlemah pesan penghematan itu sendiri.

Pada akhirnya, pemulihan ekonomi nasional lebih banyak ditopang oleh kebijakan struktural, seperti deregulasi yang mendorong ekspor dan investasi.

Menjelang akhir dekade 1980-an, perekonomian nasional kembali menunjukkan stabilitas. Daya beli masyarakat perlahan membaik dan aktivitas ekonomi kembali bergerak.

Meski demikian, pemulihan tersebut belum sepenuhnya diikuti dengan peningkatan kemampuan menabung di tingkat rumah tangga.

Data perbankan menunjukkan adanya perubahan komposisi pengeluaran masyarakat, di mana porsi konsumsi cenderung meningkat, sementara porsi tabungan justru menurun.

Kondisi ini menjadi pengingat bahwa tantangan membangun budaya hemat dan menabung di Indonesia bukan hanya soal individu, melainkan juga berkaitan dengan faktor sosial, budaya, dan sejarah yang panjang.

Kategori :