Posisi di Pasar: ‘Harley-Style’ yang Lebih Ramah di Kantong
Kehadiran Morbidelli C252V di pasar Indonesia menjadi semacam “jembatan” antara motor cruiser premium yang mahal dengan kebutuhan konsumen akan sepeda motor bergaya besar yang lebih terjangkau.
Secara tradisional, konsumen cruiser harus siap mengeluarkan ratusan juta rupiah untuk unit baru Harley-Davidson, Triumph, atau motor besar impor lain. C252V menyuguhkan nuansa berkendara cruiser yang serupa—dengan suara mesin V-Twin, posisi berkendara santai, dan bentuk bodi klasik—dengan harga lebih dekat ke motor sport 250 cc entry level.
Model ini juga bukan sekadar “motor murah”. Dalam sejumlah event otomotif, Morbidelli C252V menunjukkan performa yang menarik minat konsumen. Di BCA Expo 2025, misalnya, unit ini disebut sebagai salah satu model paling laris di booth booth BMI—menunjukkan bahwa pasar sangat responsif terhadap tawaran cruiser mid-class yang kompetitif.
Tantangan dan Harapan di Segmen Cruiser Lokal
Meskipun mendapat respons positif, tantangan tetap ada. C252V bersaing tidak hanya dengan cruiser menengah lain dari merek-merek Asia, seperti QJMotor SRV 250 AMT, tetapi juga menghadapi persepsi konsumen tentang kualitas dan dukungan purna jual. Sejumlah pesaing yang menawarkan spesifikasi mirip, seperti tenaga, torsi, dan fitur, memberi konsumen banyak pilihan, sehingga brand positioning menjadi kunci untuk menarik loyalitas pembeli.
Namun, bagi banyak penggemar yang mendambakan gaya cruiser tanpa harus menunda mimpi membeli Harley besar, Morbidelli C252V hadir sebagai alternatif nyata—membuka pintu bagi generasi baru bikers untuk merasakan pengalaman berkendara bergaya cruiser dengan investasi yang lebih rasional.
Untuk pasar Indonesia yang terus tumbuh, model seperti ini bisa menjadi batu loncatan bagi konsumen untuk naik kelas di segmen cruiser di masa depan, sekaligus menumbuhkan komunitas pengendara yang lebih beragam dan dinamis.