BACA JUGA:KAI Divre III Palembang Dorong Kesadaran Keselamatan Bersama di Perlintasan Kereta Api
BACA JUGA:Bocoran iPhone 18 Isyaratkan Perubahan Besar: Upgrade Layar, RAM Lebih Besar, dan Lainnya
Meski demikian, tekanan yang terjadi saat ini dinilai masih dalam batas wajar dan belum menunjukkan gejolak ekstrem.
Stabilitas makroekonomi nasional serta cadangan devisa yang relatif terjaga menjadi bantalan penting bagi rupiah agar tidak mengalami pelemahan yang terlalu tajam.
Dari sisi prospek jangka pendek, pergerakan rupiah terhadap dolar AS diperkirakan masih akan berada dalam rentang terbatas namun dengan kecenderungan melemah.
Dalam beberapa hari ke depan, kurs USD/IDR diproyeksikan bergerak di kisaran Rp16.900 hingga Rp17.000 per dolar AS, seiring pasar menunggu kejelasan arah kebijakan moneter global.
Selama dolar AS masih ditopang oleh ekspektasi suku bunga tinggi di Amerika Serikat, tekanan terhadap rupiah diperkirakan belum sepenuhnya mereda.
BACA JUGA:Setang Lebar Morbidelli C252V Tingkatkan Kontrol dan Stabilitas Berkendara
BACA JUGA:Bergaya Vespa Klasik, Desain 60-an, Royal Alloy GPS 245 Special Resmi Dirilis
Sentimen domestik berpotensi menjadi faktor penahan pelemahan, terutama jika Bank Indonesia terus aktif menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi di pasar valas.
kurs transaksi di perbankan dan money changer umumnya bergerak sedikit lebih lebar --freepik.com
Namun, jika terjadi peningkatan permintaan dolar AS untuk kebutuhan impor atau adanya arus keluar modal asing, rupiah berisiko kembali menguji level psikologis Rp17.000 per USD.
Oleh karena itu, pelaku pasar dan dunia usaha disarankan untuk tetap waspada terhadap volatilitas, sembari mencermati data ekonomi global dan regional yang akan dirilis dalam waktu dekat.
Ke depan, pelaku pasar diimbau untuk tetap mencermati pergerakan kurs secara berkala, terutama bagi pelaku usaha yang memiliki eksposur terhadap dolar AS.
Dengan kurs yang masih bertahan di kisaran Rp16.950–Rp16.970 per USD, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat potensi volatilitas pasar global yang masih tinggi.