Minim Getaran di Putaran Bawah: Mesin V-Twin Morbidelli C252V Tampilkan Karakter Halus

Kamis 22-01-2026,14:49 WIB
Reporter : Apriyansah
Editor : Abidin Riwanto

PALTV.CO.ID- Sejak dilepas ke pasar Indonesia pada pertengahan 2025 lalu, cruiser Morbidelli C252V telah menarik perhatian para pengendara motor kelas menengah yang menginginkan pengalaman berkendara berbeda: gaya klasik berpadu dengan kenyamanan modern. 

Salah satu aspek teknis yang menjadi sorotan adalah karakter mesin V-Twin 249 cc pada putaran bawah yang dikenal minim getaran, sehingga pengalaman berkendara dari kecepatan rendah terasa lebih halus dan stabil. 

Morbidelli C252V datang dengan mesin berkonfigurasi V-Twin dua silinder berkapasitas 249 cc, 8-valve, berpendingin cairan yang menyuguhkan tenaga maksimum mencapai sekitar 25,48 hp pada 9.000 rpm dan torsi puncak 25 Nm pada 5.500 rpm. Mesin tersebut dipadukan dengan sistem bahan bakar injeksi elektronik (EFI) yang modern serta transmisi manual 6-percepatan. (Morbidelli)

Namun bukan angka tenaga semata yang menarik perhatian pengendara, melainkan karakter responsif mesin di rentang putaran bawah. Saat pedal gas hanya dikantungi ringan, pengalaman berkendara terasa halus—getaran yang biasanya terasa tajam pada mesin V-Twin konvensional justru relatif minimal pada C252V.

Hal ini bukan sekadar kebetulan, tetapi hasil rekayasa teknis yang dipadukan dengan sistem penyaluran tenaga melalui belt drive dan penggunaan slipper clutch. 

BACA JUGA:Morbidelli C252V Mengusung Identitas Brand Kuat: Cruiser Retro yang Dipadukan Teknologi Modern

Karakter Mesin di Rentang RPM Rendah

Beberapa uji awal yang dilakukan oleh komunitas otomotif mengungkapkan bahwa pada putaran mesin rendah—terutama di bawah 3.000 rpm—vibrasi pada setang dan bodi motor tetap terkendali.

Artinya, ketika motor melaju dalam kondisi macet atau berhenti-berjalan, getaran yang biasanya mengganggu terasa lebih lembut dibanding motor cruiser dengan konfigurasi mesin serupa. (Musianapedia)

“Mesin V-Twin dikenal memiliki karakter suara dan getaran khasnya. Namun pada C252V, getaran yang biasanya mengganggu di putaran rendah justru lebih halus, terasa natural dan tidak mengusik kenyamanan,” ujar seorang tester motor dari media otomotif nasional yang pernah melakukan tes langsung motor ini. “Ini sangat terasa saat kita melaju pelan di perkotaan atau saat memulai dari kondisi berhenti.” 

Efek minimnya getaran tersebut juga dipengaruhi oleh desain shaft drive dengan sabuk (belt drive) yang menggantikan sistem rantai konvensional. Sistem ini dikenal lebih halus dalam mentransfer tenaga dari mesin ke roda belakang karena tidak melibatkan gigi-gigi rantai yang memroduksi getaran mekanik tajam. Penggunaan slipper clutch pun turut meringankan hentakan saat perpindahan gigi, sehingga transisi tenaga lebih mulus tanpa lonjakan yang tajam. 


Mesin V-Twin Morbidelli C252V minim getaran di putaran bawah-- Foto: youtube@OTOMOTIF TV

Paduan Tradisi dan Teknologi: V-Twin yang Lebih Sadar Lingkungan Berkendara

Model C252V sendiri dibangun dengan filosofi yang memadukan karakter mesin klasik V-Twin dengan kebutuhan pengendara modern: performa, kenyamanan, dan penggunaan harian yang lebih realistis. Keberadaan sistem EFI membantu mesin tetap responsif dalam berbagai kondisi putaran, mengoptimalkan penggunaan bahan bakar dan meredam lonjakan tenaga yang bisa memicu getaran tidak nyaman. 

Ini menjadi penting terutama di tengah tren pengguna yang tidak hanya menginginkan motor bertorsi besar, tetapi juga nyaman saat menghadapi lalu lintas padat, tur harian, atau sekadar perjalanan santai.

Kategori :