BACA JUGA:UPDATE Kurs BI 20 Januari 2026! Dolar AS Sentuh Rp17.019,67, Rupiah Masih Tertekan?
BACA JUGA:Sentuhan Italia di Jalanan, Morbidelli C252V Tampil Beda di Kelas 250 cc
Navigasi real-time juga bergantung pada konektivitas. Integrasi GPS dengan internet memungkinkan pertukaran data secara terus-menerus antara pengguna dan pusat data.
Setiap pergerakan kendaraan berkontribusi pada peta digital yang selalu diperbarui.
Dalam skala besar, ini menciptakan ekosistem navigasi kolaboratif, di mana informasi dari satu pengguna dapat membantu pengguna lain di lokasi berbeda.
Dampak GPS cerdas terasa signifikan di sektor transportasi.
Pengemudi ojek online dan taksi daring mengandalkan navigasi real-time untuk menghemat waktu tempuh dan bahan bakar.
GPS dikembangkan sebagai teknologi militer untuk menentukan posisi dengan akurasi tinggi.-freefix
Perusahaan logistik menggunakan GPS untuk memantau armada, mengoptimalkan pengiriman, dan memastikan transparansi kepada pelanggan.
Bahkan dalam penerbangan dan pelayaran, sistem navigasi berbasis data real-time meningkatkan keselamatan dan efisiensi operasional.
BACA JUGA:Rupiah Masih Melemah, Kurs Dolar Hari Ini Masih Angka Rp16.922
BACA JUGA:iQOO 15 Ultra Akan Segera Diluncurkan Dengan Baterai Lebih Besar dan Fitur Tambahan
Tak hanya transportasi, GPS cerdas juga menjadi tulang punggung konsep kota pintar atau smart city.
Pemerintah daerah memanfaatkan data lokasi untuk mengatur lalu lintas, merancang transportasi publik, dan merespons keadaan darurat.
Ambulans dan pemadam kebakaran, misalnya, dapat diarahkan melalui jalur tercepat berdasarkan kondisi jalan terkini, menyelamatkan waktu yang sangat krusial.
Namun, di balik kecanggihan tersebut, muncul tantangan serius terkait privasi dan keamanan data.