Fokus utamanya adalah kenyamanan, efisiensi, dan kemudahan penggunaan di lingkungan perkotaan.
Soal jarak tempuh, yang sering menjadi pertimbangan utama calon pengguna mobil listrik, Arcfox T1 dibekali dua pilihan baterai.
Berdasarkan data pasar Tiongkok, jarak tempuhnya berada di kisaran 320 kilometer hingga sekitar 425 kilometer, tergantung varian.
Angka tersebut dinilai sangat mencukupi untuk kebutuhan harian di kota-kota besar Indonesia dan dapat mengurangi kekhawatiran soal frekuensi pengisian daya.
Masuk ke bagian interior, karakter mobil listrik modern terasa cukup kuat. Arcfox T1 mengusung konsep kabin digital dengan dominasi layar untuk panel instrumen dan sistem hiburan.
BACA JUGA:Pramac Yamaha Buka Musim MotoGP 2026 dengan Peluncuran Livery Perdana
BACA JUGA:Kasus PPDS Disorot, Unsri Pertegas Larangan Perundungan
Pendekatan ini sejalan dengan tren kendaraan listrik masa kini yang menitikberatkan pada pengalaman digital.
Selain itu, sejumlah fitur bantuan berkendara juga disiapkan untuk mendukung keselamatan sesuai standar mobil listrik modern di pasar global.
Terkait jadwal kehadirannya, Arcfox ditargetkan resmi masuk Indonesia pada awal 2026.
Bahkan, terdapat indikasi kuat bahwa Arcfox T1 akan diperkenalkan secara resmi di ajang otomotif besar seperti Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026.
Arcfox nantinya hadir di bawah bendera BAIC Indonesia, menandakan keseriusan untuk membangun kehadiran jangka panjang, bukan sekadar uji pasar.
BACA JUGA:Pramac Yamaha Buka Musim MotoGP 2026 dengan Peluncuran Livery Perdana
BACA JUGA:Kasus PPDS Disorot, Unsri Pertegas Larangan Perundungan
Masuknya Arcfox otomatis menambah daftar pemain di segmen mobil listrik nasional, khususnya hatchback listrik.
Persaingan pun dipastikan semakin ketat. Namun kondisi ini justru menguntungkan konsumen, karena semakin banyak pilihan berarti peluang mendapatkan teknologi lebih baik, fitur lebih lengkap, dan harga yang semakin kompetitif.