Sentimen Domestik Belum Cukup Kuat
Dari sisi domestik, sentimen ekonomi dalam negeri sejatinya masih cukup terjaga.
Fundamental ekonomi Indonesia dinilai tetap solid, ditopang oleh inflasi yang terkendali serta stabilitas sektor keuangan.
Namun, sentimen positif tersebut belum cukup kuat untuk mendorong penguatan rupiah secara signifikan dalam jangka pendek.
freepik--freepik
Pelaku pasar juga masih mencermati kebijakan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar.
Intervensi di pasar valas serta penguatan bauran kebijakan moneter dan makroprudensial dinilai mampu menahan pelemahan rupiah agar tidak bergerak terlalu volatil.
Namun demikian, menjelang akhir pekan, aktivitas pasar cenderung menurun. Volume transaksi yang lebih tipis membuat pergerakan rupiah relatif terbatas dan rentan terhadap tekanan eksternal, terutama dari dinamika pasar global.
Pergerakan Menjelang Akhir Pekan
Memasuki akhir pekan, rupiah diperkirakan masih bergerak dalam rentang terbatas dengan kecenderungan melemah.
Pelaku pasar memilih untuk bersikap wait and see, mengingat minimnya sentimen domestik baru serta masih dominannya faktor global.
Secara teknikal, level Rp16.900 per dolar AS menjadi area psikologis yang perlu diwaspadai.
Apabila tekanan dolar kembali menguat, rupiah berpotensi menguji level tersebut. Sebaliknya, peluang penguatan rupiah diperkirakan masih terbatas di kisaran Rp16.800–Rp16.830 per dolar AS, selama sentimen global belum berubah.
Prospek Jangka Pendek
Dalam beberapa hari ke depan, pergerakan rupiah diproyeksikan tetap fluktuatif dengan kecenderungan melemah tipis.
Pasar akan mencermati rilis data ekonomi global serta pernyataan pejabat bank sentral AS yang dapat memengaruhi arah dolar.