Memasuki Akhir Pekan, Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Masih Melemah

Minggu 18-01-2026,14:29 WIB
Reporter : Angga
Editor : Abidin Riwanto

PALTV.CO.ID- Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih berada dalam tekanan menjelang akhir pekan ini.

Dari berbagai sumber, berdasarkan data pasar valas pada Kamis (17/1/2026), pergerakan rupiah cenderung melemah dan bertahan di kisaran level tinggi, mencerminkan masih kuatnya dominasi dolar AS di pasar global.

Di pasar spot, rupiah diperdagangkan di rentang Rp16.858–Rp16.860 per dolar AS. Angka tersebut menunjukkan rupiah belum mampu keluar dari tekanan meskipun pergerakannya relatif stabil dibandingkan hari sebelumnya.

Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia (BI) atau JISDOR tercatat di sekitar Rp16.871 per dolar AS, mengindikasikan bahwa pelemahan rupiah masih berlanjut secara moderat.

Adapun kurs jual Bank Indonesia tercatat berada di kisaran Rp16.959 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di sekitar Rp16.790 per dolar AS.

 BACA JUGA:Yamaha NMAX 2026 Hadirkan Warna Baru, Tampil Lebih Mewah di Varian Neo dan Turbo

Rentang kurs tersebut menegaskan adanya kehati-hatian pelaku pasar dalam menghadapi ketidakpastian arah pergerakan nilai tukar menjelang penutupan pekan.

Tekanan Global Masih Membayangi Rupiah

Pelemahan rupiah memasuki akhir pekan tidak terlepas dari sentimen global yang masih mendukung penguatan dolar AS.

Pelaku pasar global cenderung mempertahankan posisi di aset safe haven seperti dolar AS, seiring dengan masih tingginya ketidakpastian arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve).

Meskipun sejumlah indikator ekonomi AS menunjukkan perlambatan, ekspektasi bahwa suku bunga akan tetap berada di level tinggi dalam waktu lebih lama membuat dolar tetap atraktif.

Kondisi ini menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, yang masih menghadapi tantangan arus modal keluar dalam jangka pendek.

 
rupiah melemah terhadap dolar--freepik

Selain itu, pergerakan indeks dolar AS (DXY) yang relatif stabil di level tinggi turut membatasi ruang penguatan rupiah.

Investor global cenderung menunggu kepastian arah kebijakan moneter global sebelum kembali masuk secara agresif ke aset berdenominasi rupiah.

Kategori :