Bitcoin Meledak ke Rp1,6 Miliar! Sinyal Awal Super Reli atau Sekadar Euforia Sesaat?

Sabtu 17-01-2026,18:31 WIB
Reporter : Diana
Editor : Hanida Syafrina

BACA JUGA:Sunyi Tanpa Tawa, Beginilah Suasana Rumah Balita 3 Tahun di Gandus Terjangkit Cacingan

Breakout Harga dan Short Squeeze Percepat Reli

Setelah data CPI dirilis, pergerakan Bitcoin berlangsung cepat dan agresif. Harga menembus area $94.000, lalu membentuk impuls naik tajam hingga mendekati $96.000, sebelum akhirnya mengalami konsolidasi ringan.

Grafik intraday menunjukkan pola klasik reli berbasis berita: lonjakan vertikal, diikuti fase stabil di level yang lebih tinggi. Pola ini sering kali menjadi fondasi bagi kelanjutan tren jika sentimen tetap mendukung.

Tak hanya itu, lonjakan harga juga memicu short squeeze besar-besaran. Dalam 24 jam terakhir, total likuidasi di pasar kripto tercatat sekitar $193 juta, dengan mayoritas berasal dari posisi short yang terpaksa ditutup.

Ketika trader yang bertaruh harga turun dipaksa membeli kembali Bitcoin, tekanan beli meningkat secara mendadak—dan efek domino pun terjadi. Inilah yang membuat reli berlangsung cepat dan terasa “meledak”.

BACA JUGA:Tampil Beda! Desain Eksterior BYD Atto 2 Kini Lebih Sporty dan Agresif

BACA JUGA:Sepanjang 2025, KAI Divre III Palembang Amankan Barang Tertinggal Penumpang Senilai Rp174 Juta

Pasar Kini Menunggu Sinyal The Fed


harga Bitcoin stabil di area $95.500, menguat lebih dari 4% dalam 24 jam terakhir.--Chat GPT image

Dengan euforia pasca-CPI mulai mereda, fokus pasar kini beralih ke pertemuan The Fed pada akhir Januari.

Arah kebijakan moneter selanjutnya akan menjadi penentu utama apakah Bitcoin mampu melanjutkan reli, atau justru tertahan di area saat ini.

Jika bank sentral AS mengirimkan sinyal dovish—misalnya dengan membuka peluang pemangkasan suku bunga lebih cepat—Bitcoin berpotensi melanjutkan kenaikan ke level yang lebih tinggi. Namun, nada hawkish sekecil apa pun bisa memicu koreksi jangka pendek.

Di sisi lain, isu regulasi kripto di Amerika Serikat juga masih menjadi faktor pendukung sentimen. Meski proses legislasi sering berjalan lambat dan penuh dinamika politik, pasar menilai arah kebijakan cenderung lebih terbuka dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Level Kunci yang Jadi Perhatian Investor

BACA JUGA:Sepanjang 2025, KAI Divre III Palembang Amankan Barang Tertinggal Penumpang Senilai Rp174 Juta

Kategori :