PALTV.CO.ID- Isu polusi udara dan kepadatan lalu lintas menjadi tantangan serius bagi kota-kota besar di Indonesia maupun dunia.
Pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor berbahan bakar fosil yang tidak terkendali berdampak langsung pada kualitas udara, kesehatan masyarakat, serta lingkungan hidup.
Dalam konteks tersebut, kendaraan listrik hadir sebagai solusi yang semakin relevan. Salah satu model yang mencuri perhatian adalah BYD Atto 2, SUV kompak listrik murni yang dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan mobilitas perkotaan modern yang lebih bersih, efisien, dan berkelanjutan.
BYD Atto 2 merupakan Battery Electric Vehicle (BEV) yang sepenuhnya mengandalkan tenaga listrik tanpa mesin pembakaran internal.
Artinya, kendaraan ini tidak menghasilkan emisi gas buang sama sekali saat digunakan. Karakter tersebut menjadikan Atto 2 sebagai pilihan ideal untuk membantu mengurangi tingkat polusi udara di kawasan urban yang selama ini didominasi kendaraan bermesin konvensional.
BACA JUGA:BYD Atto 2: Mengusung Teknologi Baterai Blade Terbaru, Mobil Listrik Kompak dengan Daya Saing Global
Emisi Nol, Kontribusi Nyata untuk Lingkungan Perkotaan
Keunggulan utama BYD Atto 2 terletak pada statusnya sebagai kendaraan emisi nol. Tidak adanya emisi karbon dioksida (CO₂), nitrogen oksida (NOx), maupun partikel berbahaya lainnya saat berkendara memberikan dampak positif langsung bagi kualitas udara kota.
Di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya lingkungan sehat, kehadiran mobil listrik seperti Atto 2 menjadi langkah nyata menuju transportasi yang lebih ramah lingkungan.
Bagi kota besar dengan tingkat kemacetan tinggi, kendaraan listrik juga menawarkan keuntungan tambahan berupa pengurangan polusi suara.
Motor listrik BYD Atto 2 bekerja dengan sangat senyap, sehingga membantu menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih nyaman dan minim kebisingan, terutama di kawasan permukiman dan pusat aktivitas masyarakat.
BYD Atto 2 emisi nol--foto: chat gpt
Baterai Andal untuk Mobilitas Harian
BYD Atto 2 dibekali baterai berkapasitas 51 kWh yang mampu menempuh jarak hingga 345 kilometer dalam satu kali pengisian daya.
Jarak tempuh ini dinilai sangat memadai untuk kebutuhan mobilitas harian di perkotaan, seperti perjalanan ke kantor, pusat perbelanjaan, maupun aktivitas sosial lainnya.