MUARA ENIM, PALTV.CO.ID - Sebanyak 79 peserta praktek kerja termasuk 15 pemuda asal Kabupaten Muara Enim, resmi dilepas oleh Bupati Edison untuk mengikuti pelatihan nasional sebagai persiapan praktek kerja ke Jepang.
Acara pelepasan ini digelar bersamaan dengan penutupan Pelatihan Daerah (Pelatda) Angkatan 2026-01/KE-385 di Aula Dinas PMD Kabupaten Muara Enim pada Senin, 12 Januari 2026.
Dalam sambutannya, Bupati Muara Enim menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata kerja sama antara Pemerintah Republik Indonesia dan Jepang.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari visi dan misi "Muara Enim Bangkit, Rakyat Sejahtera, Maju, dan Berkelanjutan (Membara)."
BACA JUGA:Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan 1447 Hijriyah Jatuh pada 18 Februari 2026
Selain itu, Bupati Muara Enim Edison memberikan apresiasi kepada International Manpower Development Organization Japan (IM Japan) dan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia yang telah memilih Kabupaten Muara Enim sebagai pusat pelatihan.
Bupati Edison berharap kerja sama ini menjadi pengalaman dan terus berlanjut di masa yang akan datang, khususnya untuk tenaga kerja yang berasal dari Kabupaten Muara Enim.
"Ke depan, kita ingin porsi untuk masyarakat Kabupaten Muara Enim akan lebih besar lagi bekerja ke Jepang," ujarnya.
Terakhir, Bupati Muara Enim Edison memberikan motivasi dan semangat kepada seluruh peserta pelatihan kerja ke Jepang.
BACA JUGA:Diduga Soal Asmara, Video Viral Remaja Putri Terjun dari Jembatan Tanjung Baru
BACA JUGA:1 Tahun Berjalan, Program MBG di Sumatera Selatan Capai 1,7 Juta Penerima Manfaat
Bupati Muara Enim Edison sampaikan pesan kepada para peserta praktek kerja ke Jepang agar jaga nama baik daerah, bangsa dan negara Republik Indonesia, Senin (12/1/2026).-Yansyah-PALTV
Bupati Edison berharap agar mereka menjaga sikap serta perilaku selama mengikuti program dalam menjaga nama baik daerah, bangsa dan negara.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Muara Enim Eddy Irson, mengatakan bahwa total peserta praktek kerja berjumlah 79 orang, berasal dari Provinsi Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, dan Lampung.