Meskipun mengandalkan AI yang sangat personal, Samsung tetap menempatkan privasi sebagai prioritas utama.
Galaxy S25 Ultra menggunakan pemrosesan AI berbasis perangkat (on-device AI) untuk sebagian besar data sensitif. Dengan demikian, informasi pribadi pengguna tidak harus selalu dikirim ke server eksternal.
Pengguna juga diberikan kontrol penuh terhadap data yang digunakan oleh AI. Melalui pengaturan yang transparan, setiap orang dapat menyesuaikan tingkat personalisasi sesuai dengan kenyamanan masing-masing.
Hal ini menjadi nilai tambah penting di tengah meningkatnya kesadaran akan keamanan data.
AI yang Lebih Manusiawi
Galaxy S25 Ultra bukan sekadar smartphone dengan spesifikasi tinggi, melainkan sebuah perangkat cerdas yang mampu beradaptasi dengan penggunanya.
Pengalaman AI yang lebih personal menjadikan interaksi terasa alami, efisien, dan relevan dalam berbagai aktivitas sehari-hari.
Mulai dari produktivitas, fotografi, hingga manajemen waktu, semuanya dirancang untuk mendukung kebutuhan individu secara optimal.
Dengan pendekatan AI yang semakin manusiawi dan berorientasi pada pengguna, Galaxy S25 Ultra menetapkan standar baru bagi smartphone flagship di era kecerdasan buatan.
Perangkat ini membuktikan bahwa teknologi AI bukan hanya tentang kecanggihan, tetapi juga tentang bagaimana teknologi tersebut mampu memahami dan membantu manusia dengan cara yang lebih personal.