Selain itu, ketergantungan tinggi pada sistem digital menuntut ketahanan teknologi. Smart city yang sepenuhnya mengandalkan GPS dan AI harus memiliki sistem cadangan untuk mengantisipasi gangguan sinyal atau serangan siber. Keandalan dan keamanan menjadi kunci agar teknologi ini dapat dipercaya oleh masyarakat luas.
Ke depan, GPS diperkirakan akan semakin menyatu dengan kehidupan sehari-hari, bekerja secara senyap namun menentukan. Dari perjalanan harian, pengelolaan kota, hingga pengambilan kebijakan publik, data lokasi akan menjadi komoditas strategis.
Navigasi tidak lagi sekadar menunjukkan jalan, tetapi menjadi bagian dari ekosistem cerdas yang menghubungkan manusia, teknologi, dan ruang hidupnya.
Masa depan GPS adalah tentang navigasi yang berpikir, kota yang responsif, dan mobilitas yang berkelanjutan. Di era AI dan smart city, arah yang ditunjukkan GPS bukan hanya menuju tujuan fisik, melainkan juga menuju masa depan yang lebih efisien dan terhubung.