PALTV.CO.ID,- Memasuki awal tahun 2026, resolusi keuangan kembali menjadi perhatian banyak masyarakat.
Beragam target pun disusun, mulai dari meningkatkan tabungan, melunasi utang, hingga memulai investasi.
Namun, pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa banyak resolusi keuangan hanya bertahan beberapa bulan sebelum akhirnya terlupakan.
Tanpa perencanaan yang matang, resolusi tersebut kerap berakhir sebagai wacana semata.
Perencana keuangan menilai, kesalahan paling umum dalam menyusun resolusi keuangan adalah menetapkan target yang terlalu besar tanpa mempertimbangkan kondisi keuangan sebenarnya.
BACA JUGA:Potensi Emas Sungai Are Tradisi Mendulang Turun-Temurun di Desa Ujan Mas
BACA JUGA:OnePlus Turbo 6 & Turbo 6V Siap Luncur Dengan Baterai Jumbo dan Modul Kamera Ultra-Tipis
Oleh karena itu, langkah awal yang penting dilakukan adalah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi finansial.
Masyarakat perlu mengetahui secara pasti jumlah pemasukan bulanan, pengeluaran rutin, serta kewajiban utang yang masih harus dipenuhi.
Setelah kondisi keuangan dipahami, resolusi sebaiknya disusun secara spesifik dan terukur.
resolusi keuangan hanya bertahan beberapa bulan sebelum akhirnya terlupakan.--geminiAI
Target yang terlalu umum, seperti “ingin hidup lebih hemat”, cenderung sulit direalisasikan karena tidak memiliki indikator yang jelas.
Sebaliknya, target yang rinci seperti “menabung Rp1,5 juta setiap bulan” atau “melunasi cicilan dalam 10 bulan” akan lebih mudah dipantau dan dievaluasi.
Selain itu, menyusun skala prioritas menjadi hal yang tidak kalah penting. Tidak semua tujuan keuangan harus dicapai dalam waktu bersamaan.
BACA JUGA:Infinix Note 60 Pro Gebrakan Baru Awal 2026