BACA JUGA:Wacana Work From Mall Tuai Beragam Respons Warga
BACA JUGA:Hari Pertama Tahun 2026, Ikon Kota Palembang Dipadati Wisatawan
Namun, di balik manfaat besar tersebut, muncul tantangan serius terkait privasi dan keamanan data. Lokasi seseorang dapat mengungkap pola hidup, kebiasaan, bahkan preferensi pribadi.
Tak heran jika data lokasi kini menjadi komoditas bernilai tinggi di industri periklanan digital.
Perusahaan mampu menyajikan iklan yang sangat terpersonalisasi hanya dengan memahami ke mana seseorang pergi dan seberapa sering ia berada di suatu tempat.
GPS generasi baru juga menjadi tulang punggung ekosistem Internet of Things (IoT). Perangkat pintar seperti jam tangan, kendaraan, hingga sensor industri bergantung pada data lokasi untuk berfungsi optimal.
Perkembangan GPS generasi terbaru ditandai dengan peningkatan akurasi yang signifikan.--Freepik.com
Di sektor pertanian, misalnya, teknologi GPS presisi digunakan untuk pemetaan lahan, pengaturan irigasi, hingga pemupukan otomatis yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
BACA JUGA:Cina Jadi Salah Satu Investor Pembangunan Pelabuhan Samudera Tanjung Carat
BACA JUGA:Mayat Anak Hanyut dari Lubuk Dalam Ditemukan Mengapung di Sungai Ogan Ilir
Pemerintah pun memanfaatkan data GPS untuk perencanaan kota dan pengambilan kebijakan.
Analisis pergerakan masyarakat membantu perencanaan transportasi publik, pengaturan lalu lintas, hingga mitigasi bencana.
Dengan data yang akurat, keputusan dapat diambil berdasarkan fakta di lapangan, bukan sekadar asumsi.
Meski demikian, regulasi menjadi kunci utama agar pemanfaatan data lokasi tidak disalahgunakan.
Perlindungan data pribadi, transparansi penggunaan, serta persetujuan pengguna menjadi isu yang semakin mengemuka.
Tanpa pengawasan yang ketat, data lokasi berpotensi menjadi alat pengawasan massal yang mengancam kebebasan individu.