Bagi pelajar atau pekerja yang rutinitasnya berkisar di area kota dengan jarak tempuh pulang-pergi kurang dari 30–40 km, motor listrik murah bisa dianggap praktis.
Selain efisiensi biaya operasional – karena listrik tentu lebih murah dibandingkan bensin – kendaraan ini juga memberikan pengalaman berkendara yang lebih senyap serta bebas emisi langsung.
Namun, bagi mereka yang membutuhkan mobilitas lebih jauh setiap harinya atau sering melakukan perjalanan antar kota, motor listrik di segmen harga lebih tinggi dengan baterai berkapasitas besar tetap menjadi pilihan yang lebih logis.
Motor listrik dengan harga sekitar Rp 3 jutaan memang semakin mudah ditemukan di pasar Indonesia.
Dari sisi baterai, model-model ini umumnya menggunakan baterai 48V dengan kapasitas antara 12Ah hingga 20Ah, memberikan jarak tempuh antara 30–60 km per pengisian penuh cukup untuk kebutuhan harian jarak pendek.
Namun, kualitas baterai murah umumnya lebih cepat menurun dibandingkan baterai premium, sehingga daya tahan jangka panjangnya perlu diperhatikan oleh calon pembeli.
Baterai tetap menjadi komponen kunci yang mempengaruhi performa dan biaya kepemilikan motor listrik sebuah tantangan yang harus dihadapi konsumen di segmen entry-level ini, sekaligus peluang bagi produsen untuk terus meningkatkan teknologi baterai di produk-produk ekonomis kedepannya.