Mode Gelap dan Vision Booster, Kenyamanan Sekaligus Efisiensi
Samsung juga mengoptimalkan perangkat lunaknya agar semakin hemat daya.
Fitur Dark Mode kini lebih dalam secara sistem, yang berarti sebagian besar antarmuka menggunakan warna hitam pekat — membantu menghemat konsumsi energi pada layar AMOLED.
Selain itu, fitur Vision Booster yang sebelumnya hanya meningkatkan kecerahan kini juga dapat menyesuaikan tampilan sesuai kondisi cahaya sekitar tanpa membuang energi berlebihan.
Hasilnya, pengguna tetap bisa melihat layar dengan jelas di bawah sinar matahari, namun dengan daya yang lebih efisien dibanding model sebelumnya.
Chipset Baru Bikin Layar Lebih Efisien
Selain inovasi pada panel layar, efisiensi daya Galaxy Z Fold7 juga terbantu oleh chipset Snapdragon 8 Gen 3 for Galaxy, yang diproduksi dengan proses fabrikasi 4nm.
Chip ini memiliki Display Engine khusus yang membantu memproses tampilan dengan penggunaan energi minimal.
Berkat sinergi antara hardware dan software, konsumsi daya pada layar berkurang tanpa mengorbankan performa grafis.
Samsung bahkan mengklaim bahwa dalam uji internal, daya tahan baterai meningkat hingga 15% lebih lama dibanding Galaxy Z Fold6, meskipun ukuran baterai tetap sama.
Kesimpulan: Efisiensi Tanpa Kompromi
Melalui Galaxy Z Fold7, Samsung kembali membuktikan kemampuannya dalam menghadirkan teknologi layar canggih yang tidak hanya indah, tetapi juga hemat daya dan cerdas.
Kombinasi panel Dynamic AMOLED 2X, refresh rate adaptif, teknologi LTPO, serta optimalisasi AI membuat pengalaman visual di ponsel lipat ini terasa mewah sekaligus efisien.
Dengan daya tahan baterai lebih baik, kecerahan tinggi, dan performa visual luar biasa, Galaxy Z Fold7 menjadi bukti nyata bahwa inovasi tak selalu soal kecepatan — tapi juga tentang keseimbangan antara performa dan efisiensi.
Galaxy Z Fold7 bukan hanya sekadar perangkat lipat futuristik, tetapi juga simbol evolusi layar hemat energi di era modern.