Potensi triliunan dolar, namun tantangan sangat besar
Antusiasme terhadap world models meluas jauh melampaui perusahaan Musk. Nvidia mengatakan kepada Financial Times bahwa potensi pasar teknologi ini bisa sebesar seluruh ekonomi global.
Dengan memungkinkan AI memahami dunia nyata, perusahaan teknologi dapat membuka peluang di bidang robotika, otomatisasi industri, hingga kendaraan otonom.
BACA JUGA:Toyota Yaris: Dari Ikon Anak Muda hingga Mobil yang Kehilangan Identitas
BACA JUGA:Siap Luncur! Kebocoran Samsung XR Headset Ungkap Layar 4K Lebih Tajam dari Apple Vision Pro
Namun, di balik antusiasme itu, tantangan yang dihadapi sangat besar.
Melatih sistem AI agar mampu mensimulasikan dunia nyata secara akurat memerlukan jumlah data yang masif, daya komputasi raksasa, serta pemodelan fisika dan perilaku manusia yang sangat cermat — sesuatu yang bahkan laboratorium AI paling canggih pun belum sepenuhnya kuasai.
Para veteran industri game pun masih skeptis. Michael Douse, kepala penerbitan di Larian Studios (pengembang Baldur’s Gate 3), menulis di X bahwa AI tidak akan menyelesaikan “masalah besar” dalam dunia game, yang menurutnya adalah “kepemimpinan dan visi.”
Ia berpendapat bahwa industri ini tidak membutuhkan “lebih banyak gameplay yang dihasilkan secara matematis dan dilatih secara psikologis,” melainkan “lebih banyak ekspresi dunia yang benar-benar menarik dan relevan bagi pemain.”
BACA JUGA:Kolaborasi Spektakuler Toyota dan Volkswagen: Mobil Futuristik Siap Gebrak Dunia Otomotif
BACA JUGA:Siap Luncur! Kebocoran Samsung XR Headset Ungkap Layar 4K Lebih Tajam dari Apple Vision Pro
Seiring xAI melangkah maju, taruhan Musk pada world models menjadi langkah paling berani untuk menyatukan AI dengan dunia fisik dan digital. Jika berhasil, sistem ini bisa mengubah cara manusia dan mesin mengalami realitas.
Jika gagal, setidaknya ini akan menjadi bab menarik lain dalam eksperimen fiksi ilmiah Musk yang terus berkembang.