Naughty Dog dan Krisis Identitas Pembuat Game: Dari Mahakarya Menuju Kegagalan?

Jumat 21-03-2025,15:09 WIB
Reporter : bagas bratadiwira
Editor : Hanida Syafrina

Sayangnya, upaya ini malah menimbulkan reaksi keras dari pemain yang merasa dipaksa menerima narasi yang bertolak belakang dengan emosi yang telah mereka bangun di game pertama.

BACA JUGA:Indonesia Lampaui Malaysia dalam Pertumbuhan Kendaraan Listrik

BACA JUGA:Mitsubishi Rilis Xpander Hybrid Play 2025, Varian Terbaru Dari Mitsubishi Kini Tampil Lebih Atraktif

Meskipun mendapatkan banyak pujian dari media, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa penjualan The Last of Us Part II jauh dari ekspektasi. Dengan hanya terjual 10 juta kopi dibandingkan 30 juta kopi yang dicapai game pertama, jelas ada sesuatu yang salah.

Industri Game yang Kehilangan Fokus

Fenomena seperti ini tidak hanya terjadi pada Naughty Dog. Banyak studio lain yang tampaknya lebih berfokus pada penyampaian pesan ideologis dibandingkan menciptakan pengalaman bermain yang menyenangkan.

Game yang seharusnya menjadi media hiburan justru berubah menjadi ajang perdebatan sosial dan politik.

BACA JUGA:Tips Meningkatkan Kecepatan WiFi di Rumah Agar Makin Kencang

BACA JUGA:Mitsubishi Rilis Xpander Hybrid Play 2025, Varian Terbaru Dari Mitsubishi Kini Tampil Lebih Atraktif

Dulu, game dengan elemen sosial atau politik bisa diterima dengan baik karena dikemas dengan cara yang cerdas dan tetap mengutamakan pengalaman pemain.

Namun, kini garis pemisah menjadi semakin tajam. Pemain sering kali merasa bahwa mereka harus sepenuhnya setuju dengan ideologi pembuat game untuk bisa menikmatinya, alih-alih diberikan kebebasan untuk menafsirkan pesan dalam game tersebut.

Apakah Industri Game Menuju Jalan Buntu?

Kasus Naughty Dog ini mengingatkan kita pada pola kegagalan yang semakin sering terjadi dalam industri game.

BACA JUGA:Jembatan Desa Kandis Amblas, Dinas PUPR OKI Lakukan Penanganan Darurat

BACA JUGA:Walikota Palembang Buka Suara soal Dugaan Pungli Rp150 Ribu di Dinas Pendidikan!

Studio besar mengambil keputusan tanpa mendengarkan pemain, mengabaikan identitas asli game mereka, dan malah berusaha membentuk opini pemain daripada memberikan pengalaman bermain yang berkesan.

Kategori :