“Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”
Artinya: "Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan hanya kepada-Nya kami akan kembali."
Dengan demikian, sabar dalam menghadapi musibah sudah menjadi satu ikatan yang harus diterapkan pada diri manusia.
Dan janganlah putus asa dan berburuk sangka terhadap cobaan dan musibah yang Allah SWT berikan. Pasalnya, putus asa dan berburuk sangka merupakan sifat yang dilarang dalam ajaran islam.
BACA JUGA:Yuk Amalkan ! Berikut ini Tips Hidup Sehat ala Rasulullah SAW, Insya Allah Jauh dari Penyakit
Tetap Berikhtiar kepada Allah SWT
Ikhtiar adalah tetap melakukan berbagai usaha dan upaya untuk memperbaiki keadaan. Seorang muslim tidak boleh hanya diam saja, atau pasrah berpangku tangan dalam menyikapi musibah dan ujian.
Seorang muslim yang beriman haruslah berusaha mengubah keadaan supaya menjadi lebih baik. Sebagaimana Allah SWT berfirman,
“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS ar-Ra’du [13] : 11).
Dengan demikian, beriman kepada ketentuan Allah tidak berarti kita hanya diam termenung meratapi nasib, tanpa berupaya mengubah apa yang ada pada diri kita.
BACA JUGA:Rezeki Terasa Seret? Berikut Amalan Pembuka Pintu Rezeki, Insya’ Allah Lancar dan Berkah
Perbanyak Berdoa dan Berzikir
Adab dalam menghadapi musibah dalam Islam selanjutnya adalah memperbanyak doa dan. seorang mukmin yang mau berdoa dan berzikir lebih mulia di sisi Allah daripada orang yang putus asa dan tidak mau berdoa dan berzikir. Sebagaimana Rasulullah SAW mengajarkan doa bagi umatnya saat tertimpa musibah: