PALEMBANG, PALTV.CO.ID - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim membenarkan bahwa dirinya telah berdiskusi dengan pejabat Mesir bagaimana cara mengirimkan bantuan ke Gaza melalui penyeberangan Rafah.
Anwar Ibrahim mengatakan fokusnya harus pada krisis kemanusiaan yang dihadapi warga Palestina di Jalur Gaza, dibandingkan hubungan dengan Hamas.
Anwar Ibrahim berbicara dalam sebuah wawancara dengan Al Jazeera tentang serangan Houthi di Laut Merah, mengatakan bahwa krisis tersebut dimulai bukan karena operasi yang dilancarkan oleh kelompok Yaman, tetapi karena serangan warga sipil Israel di Jalur Gaza.
Para pejabat Malaysia telah menekankan bahwa dinas keamanan negaranya tetap waspada terhadap rencana pembunuhan terhadap warga Palestina dan bahwa Malaysia tidak menanggapi upaya untuk membunuh warga Palestina di wilayahnya.
BACA JUGA:Ratusan Tahanan Palestina Dibebaskan Oleh Israel Banyak Yang Mengalami Cidera Serius
Malaysia Dukung Gaza --Foto : youtube/@ANC 24/7
Malaysia Dukung Gaza
Pada bulan Desember 2023, Malaysia mengumumkan dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh Kantor Perdana Menteri bahwa mereka akan melarang kapal berbendera Israel dan mencegah kapal tujuan Israel memuat barang di pelabuhan.
Dilansir dari laman international.sindonews.com. “Langkah-langkah ini diambil sebagai respons atas tindakan Israel yang mengabaikan prinsip-prinsip dasar bantuan kemanusiaan dan melanggar hukum internasional dengan terus melakukan pembunuhan massal dan kekejaman terhadap warga Palestina,” kata kantor perdana menteri Malaysia.
Dalam pernyataan terakhirnya, Perdana Menteri Malaysia memuji kasus Afrika Selatan melawan Israel di Mahkamah Internasional (ICJ) dan menyatakan dukungan penuh negaranya terhadap gerakan tersebut.
Anwar Ibrahim menekankan "Malaysia akan dengan tegas memperkuat posisinya untuk mendukung penuh upaya Afrika Selatan melawan tirani dan menegakkan keadilan di Mahkamah Internasional."
Perdana Menteri Malaysia mengkritik negara-negara Barat karena mengabaikan dan tetap diam terhadap “kebrutalan pendudukan Israel di Palestina mulai 7 Oktober 2023.” Ibrahim juga mengeluarkan pernyataan kepada X: “Barat terus menutup mata terhadap kekejaman yang dilakukan Israel dan sebenarnya terlibat dalam kejahatan berbahaya terhadap kemanusiaan.
Sejauh ini, Israel telah membunuh 24.100 nyawa tak berdosa dengan impunitas sejak 7 Oktober. mayoritas komunitas internasional mengutuk keras tindakan keji dan genosida yang mereka lakukan.