Michael Jackson Antara Antusiasme dan Kontroversi di Balik Film Biografi 2025

Jumat 26-01-2024,09:25 WIB
Reporter : Yanri
Editor : Abidin Riwanto

PALEMBANG, PALTV.CO.ID- Film biografi yang sangat dinantikan mengenai Michael Jackson, berjudul “Michael”, telah menimbulkan berbagai reaksi di kalangan penggemar.

Film yang dibintangi oleh keponakan mendiang, Jaafar Jackson, dan disutradarai oleh Antoine Fuqua ini diharapkan memberikan gambaran yang memukau dan jujur tentang sosok Raja Pop yang brilian namun kompleks.

Dalam pernyataan keluarga Jackson di Instagram, mereka memuji peran luar biasa yang dimainkan oleh Jaafar dalam proyek ini.

Mereka berjanji bahwa film ini akan menyajikan pengalaman sinematik epik, menggambarkan kemenangan dan tragedi, sisi kemanusiaan, dan kejeniusan kreatif Michael Jackson yang tak terbantahkan.

BACA JUGA:Papila Unta: Menahan Rasa Sakit demi Kenikmatan Makanan

Namun, antusiasme yang mengelilingi proyek ini disertai dengan kontroversi, terutama terkait dengan satu kata yang digunakan dalam deskripsi film: “rumit.”

Sejumlah penggemar merasa bahwa menggunakan kata tersebut merendahkan Michael, lebih sebagai orang yang disalahpahami daripada kompleks.

Komentar di media sosial mencerminkan pandangan beragam, dengan beberapa penggemar berpendapat bahwa kompleksitas sebenarnya terletak pada keluarga dan media, bukan pada Michael.

Penggemar yang merasa kecewa menyampaikan bahwa menyebut Michael sebagai “rumit” dapat memperburuk pemahaman tentang pribadinya.


Michael Jackson Antara Antusiasme dan Kontroversi di Balik Film Biografi 2025--Sumber foto: Instagram/@vantablkdn

Namun, ada juga suara yang berpendapat bahwa kata tersebut seharusnya diartikan sebagai pengakuan terhadap kehidupan yang lebih dalam daripada sekadar citra publiknya.

Film ini, dengan kolaborasi penyanyi Jackson 5, dijanjikan akan menjelajahi perjalanan kebangkitan Michael sebagai bintang pop.

Meskipun demikian, belum jelas bagaimana film ini akan menangani tuduhan pelecehan seksual terhadap anak-anak yang pernah dialamatkan pada Jackson.

Kritik terhadap proyek ini telah muncul, terutama dari sutradara “Leaving Neverland,” Dan Reed, yang mengutuk pembuatan film biografi ini.

Reed menyatakan keprihatinannya bahwa film ini dapat dianggap sebagai bentuk penghormatan terhadap seseorang yang pernah dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak, sebuah isu yang tetap relevan mengingat tuduhan yang dihadapi Jackson selama hidupnya.

Kategori :