BACA JUGA:Menyesal Telah Bercerai Lalu Ingin Rujuk, Begini Tata Caranya Menurut Islam
Sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah SAW saat kita tertimpa musibah agar membaca doa berikut ini:
Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun. Allahumma ajirni fi mushibati wa akhlif li khairan minha.
Artinya: “Sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan sungguh hanya kepada-Nya kami akan kembali. Ya Allah, karuniakanlah padaku pahala dalam musibah yang menimpaku dan berilah aku ganti yang lebih baik daripadanya.”
Dalam hadits Shahih Muslim dijelaskan bahwa barangsiapa membaca doa tersebut, niscaya Allah SWT akan memberinya pahala dalam musibahnya dan memberinya ganti yang lebih baik daripadanya.
BACA JUGA:Adab Berpergian Liburan dalam Islam: Petunjuk dan Tuntunan
Berikhtiar merupakan upaya lahiriah yang harus dilakukan oleh seorang muslim dalam menghadapi musibah--freepik.com/@freepik
2. Selalu Berikhtiar
Berikhtiar merupakan upaya lahiriah yang harus dilakukan oleh seorang muslim dalam menghadapi musibah. Pasrah kepada takdir Allah SWT tidak berarti berdiam diri tanpa melakukan usaha.
Sebaliknya, seorang muslim tetap perlu melakukan segala upaya untuk memperbaiki keadaan dan mencari solusi atas masalah yang dihadapi.
3. Perbanyak Berdoa dan Berdzikir
BACA JUGA:Seperti Apa Hubungan Mahram Ayah dan Anak Tiri serta Hak dan Kewajibannya Menurut Pandangan Islam?
Berdoa dan berzikir merupakan bentuk ikatan batin antara seorang hamba dengan Allah SWT. Memperbanyak doa dan dzikir saat menghadapi musibah merupakan tindakan yang dianjurkan dalam Islam.
Orang yang tekun berdoa dan berzikir dianggap lebih mulia di sisi Allah SWT. Sebab, hanya Allah SWT lah yang berkuasa menggantinya dengan pertolongan dan mengiringinya dengan kemudahan dan karunia dari-Nya.
Menghadapi musibah dalam Islam bukanlah dengan cara putus asa atau berprasangka buruk, tetapi dengan kesabaran, usaha, doa, dan menggantungkan diri hanya kepada Allah SWT.
Dengan memahami dan mengaplikasikan adab-adab tersebut, seorang muslim dapat menghadapi musibah dengan penuh keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.*