Bukit Asam PT. BA

Kerangka Manusia Mr X Ditemukan di Perairan Sungai Musi Banyuasin

Kerangka Manusia Mr X Ditemukan di Perairan Sungai Musi Banyuasin

Kerangka manusia tanpa identitas ditemukan mengapung di perairan Sungai Musi Banyuasin, polisi lakukan olah TKP dan penyelidikan.--Foto: dok.Ditpolairud Polda Sumsel

PALTV.CO.ID- Warga di sekitar perairan Sungai Musi, tepatnya di dermaga C PT Sinar Alam Permai (bekas pabrik udang) Desa Mariana, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin, digegerkan dengan penemuan kerangka manusia pada Senin 23 Februari 2026 pagi.

Kerangka manusia yang diduga berjenis kelamin laki-laki dan sementara disebut sebagai Mr X tersebut pertama kali ditemukan sekitar pukul 08.15 WIB oleh seorang sopir mobil pengangkut padi yang hendak mandi di sungai.

Saat itu, sopir tersebut melihat sesosok jasad yang telah terdampar di pinggir Sungai Musi. Menyadari temuan tersebut, ia segera melaporkannya kepada petugas keamanan PT Sinar Alam Permai.

Pihak security perusahaan kemudian meneruskan laporan itu ke personel Kapal Polisi V-1034 Muara Kumbang. 

Mendapat informasi tersebut, anggota Kapal Polisi V-1034 bersama Tim Basarnas Palembang langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.

BACA JUGA:Jaga Kondusifitas, Pelaksanaan Pasar Bedug di Palembang Diawasi Ketat

Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), tim gabungan melakukan pemeriksaan awal dan menemukan bagian kerangka manusia dari pinggang hingga kaki. Kondisi jasad sudah tinggal tulang pada bagian tersebut.


Kerangka manusia tanpa identitas ditemukan mengapung di perairan Sungai Musi Banyuasin, polisi lakukan olah TKP dan penyelidikan.--Foto: dok.Ditpolairud Polda Sumsel

"Adapun ciri-ciri yang ditemukan, kerangka tersebut masih mengenakan celana jeans warna biru dan celana pendek atau kolor warna merah," ujar Kompol Putu Suryawan, Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Sumsel, Rabu, 25 Februari 2026.

Selanjutnya, kerangka manusia yang diduga Mr X itu dievakuasi ke Markas Komando Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Dit Polairud) Polda Sumsel. 

Setelah berkoordinasi dengan Subdit Gakkum untuk permohonan visum et repertum (VER), kerangka tersebut kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang guna dilakukan pemeriksaan forensik lebih lanjut.

"Hingga kini, Ditpolairud Polda Sumsel bersama Satpolairud Polres Banyuasin masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas korban serta penyebab kematiannya," ungkap Putu.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: berbagai sumber