Festival Hina: Festival Hina adalah perayaan khusus bagi anak perempuan Jepang. Pada festival ini, keluarga yang memiliki anak perempuan akan menghias boneka Hina-ningyo sebagai simbol perlindungan dan kebahagiaan untuk anak perempuan mereka.
Festival Tenjin: Festival Tenjin biasanya diadakan di Osaka pada tanggal 24-25 Juli. Festival ini terkenal dengan perayaan cahaya dan air, dengan ribuan tahun sejarahnya.
Ini adalah salah satu festival terbesar di Jepang yang menggabungkan berbagai jenis acara, termasuk perahu, parade omikoshi, dan pertunjukan kembang api yang mengagumkan.
Festival Tanabata: Festival Tanabata didasarkan pada legenda Jepang tentang dewa langit yang memisahkan dua bintang, Orihime dan Hikoboshi.
BACA JUGA:Pentingnya Cuci Tangan Setelah Pegang 9 Benda Ini, Jangan Abai atau Akan Menyesal!
Menurut legenda, dewa langit hanya mengizinkan kedua bintang itu bertemu sekali setahun pada Hari Tanabata. Di seluruh Jepang, orang merayakan festival ini dengan mendekorasi pohon bambu dengan kertas warna-warni yang berisi doa dan harapan.
Festival Gion: Festival Gion adalah festival musim panas yang diadakan di Kyoto selama sebulan penuh, dari tanggal 1 Juli hingga 31 Juli. Puncak perayaan terjadi pada tanggal 14-16 Juli, yang dikenal sebagai Yoiyama, di mana parade kereta Yamabuki berjalan di sekitar kota pada tanggal 17 Juli.
Matsuri, atau festival khas Jepang, bagian tak terpisahkan dari budaya dan tradisi Jepang. Festival ini bukan hanya hiburan semata, tetapi juga bentuk penghormatan, ekspresi rasa terima kasih, dan komunikasi dengan para dewa.
Masyarakat Jepang memandang matsuri sebagai kesempatan untuk merayakan, bersosialisasi, dan mempererat ikatan sosial mereka. Jika kamu berkesempatan mengunjungi Jepang, jangan lewatkan kesempatan untuk merasakan keindahan dan keragaman festival ini, serta merasakan kemeriahan dan makna di baliknya.*