Dari Energi hingga Aplikasi, Strategi Full Stack AI Mulai Dibangun
Strategi Full Stack AI mulai dibangun dari energi hingga aplikasi, mendorong pengembangan ekosistem kecerdasan buatan yang terintegrasi dan berkelanjutan.--Gemini AI
PALTV.CO.ID- Pemerintah Indonesia tengah menyusun strategi pengembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang mencakup seluruh rantai ekosistem teknologi.
Strategi tersebut menggunakan pendekatan full stack of AI agar pengembangan AI nasional tidak hanya berfokus pada aplikasi, tetapi juga mencakup berbagai komponen penting dari hulu hingga hilir.
Pendekatan ini ditujukan untuk mendorong Indonesia tidak sekadar menjadi pengguna teknologi AI, tetapi mampu menjadi pemain yang memiliki peran signifikan dalam pengembangan AI di tingkat global. Pemerintah menilai penguatan ekosistem secara menyeluruh menjadi langkah penting untuk meningkatkan kemandirian sekaligus daya saing teknologi nasional.
Dalam strategi tersebut, terdapat lima lapisan utama yang menjadi perhatian. Lapisan pertama adalah energi, kemudian infrastruktur, chip, talenta, dan aplikasi. Kelima lapisan tersebut saling berkaitan dan menjadi fondasi dalam membangun ekosistem AI yang kuat dan berkelanjutan.
Pada tahap saat ini, Indonesia masih memprioritaskan pengembangan aplikasi dengan memanfaatkan foundation model yang telah tersedia. Model AI yang sudah ada kemudian dapat dikembangkan melalui proses post-training agar mampu menjawab kebutuhan spesifik di berbagai sektor.
BACA JUGA:Mesin Mobil Dicat Warna-Warni, Bikin Tampilan Kap Mesin Makin Unik
Pemanfaatan tersebut diarahkan untuk menghasilkan solusi AI di sejumlah bidang strategis, seperti kesehatan, pertanian, dan pendidikan. Dengan pendekatan ini, pengembangan teknologi dapat dilakukan lebih cepat tanpa harus langsung membangun foundation model dari awal.
Pembangunan foundation model membutuhkan investasi yang sangat besar, baik dari sisi biaya, sumber daya manusia, maupun waktu. Karena itu, pemanfaatan model yang telah tersedia dinilai menjadi pilihan strategis untuk mempercepat penerapan AI sesuai kebutuhan dalam negeri.
Meski demikian, pemerintah menyadari bahwa strategi yang hanya mengandalkan pengembangan aplikasi berpotensi membuat Indonesia tetap berada pada posisi sebagai pengguna teknologi. Kondisi tersebut menjadi alasan pemerintah mulai menyusun Peta Jalan Nasional Pengembangan AI yang mencakup seluruh lapisan ekosistem.
Melalui peta jalan tersebut, pengembangan AI diharapkan dapat dilakukan secara lebih strategis dan terintegrasi, mulai dari ketersediaan energi hingga pengembangan aplikasi. Penguatan infrastruktur, kemampuan produksi chip, serta peningkatan kualitas talenta AI juga menjadi bagian penting dalam membangun kapasitas nasional.
BACA JUGA:Kaca Spion Ditutup Salju, Pengemudi Wajib Waspada Sebelum Memulai Perjalanan
Indonesia juga memiliki modal lain yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat posisinya dalam rantai ekosistem AI, yakni kekayaan sumber daya alam. Salah satu yang dinilai strategis adalah mineral kritis yang dibutuhkan dalam berbagai industri teknologi.
Ketersediaan mineral kritis dapat menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperkuat posisi dalam rantai pasok industri yang berkaitan dengan infrastruktur dan teknologi AI. Dengan mengembangkan seluruh lapisan ekosistem secara bertahap, Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pasar bagi teknologi AI, tetapi juga mampu berkontribusi dalam produksi, pengembangan, dan inovasi AI di tingkat global.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: berbagai sumber

