Bukit Asam PT. BA

WFH Bukan Berarti Bebas Boros, Ini Cara Menjaga Keuangan Tetap Sehat

WFH Bukan Berarti Bebas Boros, Ini Cara Menjaga Keuangan Tetap Sehat

WFH bukan alasan untuk boros. Simak cara mengatur pengeluaran, menekan biaya harian, dan menjaga keuangan tetap sehat saat bekerja dari rumah.--foto: chat gpt

PALTV.CO.ID- Bekerja dari rumah atau work from home (WFH) menjadi pilihan yang semakin umum bagi sebagian pekerja. Selain memberikan fleksibilitas waktu, WFH juga dapat mengurangi sejumlah biaya seperti transportasi, parkir, dan makan di luar. Namun, bekerja dari rumah bukan berarti seseorang otomatis terbebas dari pengeluaran. Jika tidak dikelola dengan baik, biaya sehari-hari justru dapat meningkat tanpa disadari.

Saat berada di rumah sepanjang hari, berbagai godaan untuk berbelanja juga semakin besar. Mulai dari memesan makanan melalui aplikasi, membeli kopi dan camilan, hingga berbelanja barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. Pengeluaran dengan nominal kecil memang sering dianggap sepele, tetapi jika dilakukan berulang kali, jumlahnya dapat menjadi cukup besar dalam satu bulan.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah membuat anggaran khusus selama bekerja dari rumah. Penghasilan dapat dibagi berdasarkan skala prioritas kebutuhan. Prinsip 50/30/20 bisa menjadi salah satu acuan, yakni 50% untuk kebutuhan pokok, 30% untuk kebutuhan tambahan atau hiburan, dan 20% dialokasikan untuk tabungan, investasi, atau tujuan keuangan lainnya.

Pengeluaran untuk makanan juga perlu mendapat perhatian. Memasak sendiri dapat menjadi pilihan untuk menekan biaya dibandingkan terlalu sering menggunakan layanan pesan antar. Pekerja dapat membuat rencana menu untuk beberapa hari sekaligus menyusun daftar belanja. Cara tersebut membantu memastikan bahan makanan yang dibeli memang diperlukan dan mengurangi pembelian secara impulsif.

BACA JUGA:Perhiasan Minimalis dan Berkarakter Jadi Favorit Gen Z, Ini Model yang Banyak Dilirik

Biaya listrik dan internet juga perlu diperhitungkan karena WFH membuat penggunaan perangkat elektronik di rumah menjadi lebih intensif. Fitur data saver dapat digunakan untuk menghemat kuota internet. Sementara itu, laptop, monitor, lampu, pendingin ruangan, dan perangkat elektronik lainnya sebaiknya dimatikan ketika tidak digunakan untuk menghindari konsumsi energi yang tidak diperlukan.

Selain mengatur kebutuhan utama, pengeluaran kecil juga sebaiknya dicatat secara rutin. Catatan tersebut dapat membantu seseorang mengetahui pola pengeluaran dan menemukan pos yang sebenarnya masih bisa dikurangi. Misalnya, kebiasaan membeli minuman atau makanan ringan setiap hari dapat menjadi salah satu sumber pengeluaran yang cukup besar jika dihitung dalam sebulan.

Uang yang berhasil dihemat sebaiknya tidak langsung digunakan untuk kebutuhan konsumtif lainnya. Sebagian dana dapat dialihkan ke tabungan atau dana darurat. Dengan begitu, penghematan yang dilakukan selama WFH dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi kondisi keuangan.

Untuk perjalanan jarak dekat, berjalan kaki atau menggunakan sepeda juga dapat menjadi pilihan. Selain mengurangi biaya transportasi, aktivitas tersebut dapat membantu menjaga kebugaran di tengah rutinitas bekerja.

Pada akhirnya, WFH dapat menjadi kesempatan untuk memperbaiki kebiasaan finansial. Dengan membuat anggaran, memasak sendiri, mengendalikan pengeluaran kecil, menghemat listrik dan internet, serta menyisihkan uang secara rutin, bekerja dari rumah bukan hanya dapat meningkatkan produktivitas, tetapi juga membantu menjaga kondisi keuangan tetap sehat dalam jangka panjang.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: berbagai sumber