Marak Kejahatan Siber, Asuransi Digital Mulai Jadi Pelindung Keuangan Masyarakat
asuransi digital untuk melindungi keuangan dari kejahatan siber--Gemini AI
PALTV.CO.ID- Kemudahan layanan keuangan digital membuat masyarakat semakin bergantung pada ponsel untuk mengelola uang. Transfer, pembayaran tagihan, belanja, investasi, hingga menabung kini dapat dilakukan tanpa harus datang ke kantor bank.
Namun, kemudahan tersebut juga diikuti dengan risiko kejahatan siber. Pelaku tidak hanya mengincar data pribadi, tetapi juga dapat berusaha mengambil alih rekening, dompet digital, kartu pembayaran, nomor telepon, hingga perangkat yang digunakan korban.
Kejahatan siber kini menjadi salah satu ancaman yang perlu diwaspadai pengguna layanan keuangan digital. Modus yang digunakan pelaku semakin beragam, mulai dari phishing dan pencurian data hingga pengambilalihan akun. Kerugian yang ditimbulkan juga tidak hanya berupa kehilangan uang, tetapi dapat berdampak pada keamanan data dan kondisi keuangan korban.
Besarnya angka tersebut menunjukkan bahwa keamanan keuangan digital perlu menjadi perhatian masyarakat. Menggunakan kata sandi yang kuat dan mengaktifkan autentikasi dua faktor tetap penting, tetapi perlindungan finansial tambahan juga mulai diperlukan.
Rekening Bisa Dibobol dengan Berbagai Cara
Kejahatan siber dapat dilakukan dengan berbagai modus. Phishing, misalnya, dilakukan dengan mengelabui korban agar membuka tautan, file, atau memberikan informasi pribadi. Selain itu, pelaku dapat menggunakan malware, aplikasi palsu, pencurian OTP, SIM swap, hingga social engineering.
BACA JUGA:Berkendara di Jalan Bersalju, Jangan Asal Pilih Ban Mobil! Ini yang Perlu Diketahui
Salah satu kasus pada 2023 menunjukkan bagaimana sebuah file yang dikirim melalui WhatsApp dapat berujung pada kerugian besar. Korban dilaporkan kehilangan sekitar Rp549 juta setelah membuka file tersebut. Setelah ponselnya mengalami gangguan, terjadi transaksi dalam jumlah besar yang tidak dilakukan oleh korban.
Kasus tersebut menjadi pengingat bahwa serangan siber tidak selalu dilakukan melalui metode yang rumit. Kelengahan dalam menjaga data dan perangkat dapat membuka peluang bagi pelaku untuk mengambil alih akses ke layanan keuangan.
Asuransi Siber Jadi Perlindungan Tambahan
Selain melakukan pencegahan, masyarakat kini dapat mempertimbangkan asuransi siber pribadi sebagai salah satu bentuk perlindungan tambahan.
Berbeda dengan antivirus atau autentikasi dua faktor yang berfungsi mencegah serangan, asuransi siber memberikan perlindungan finansial apabila risiko yang dijamin dalam polis benar-benar terjadi.
Manfaat yang ditawarkan setiap produk dapat berbeda. Secara umum, perlindungan dapat mencakup kerugian akibat transaksi tidak sah, phishing, pencurian identitas, pengambilalihan akun, serangan malware, hingga biaya tertentu untuk pemulihan data atau perangkat.
Perlindungan tersebut menjadi penting karena kerugian akibat kejahatan siber tidak selalu berhenti pada hilangnya saldo rekening. Korban juga dapat menghadapi biaya pemulihan perangkat, penanganan pencurian identitas, hingga kebutuhan bantuan profesional.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: berbagai sumber

