Aktifnya El Nino di Samudra Pasifik Bikin Cuaca Sumsel Lebih Kering dan Panas
Aktifnya El Nino di Samudra Pasifik Bikin Cuaca Sumsel Lebih Kering dan Panas--Foto : AI_ChatGPT_Image - Muhadi
“Memang dari pantauan kami, dari dinamika atmosfer secara global dan regional, musim kemarau ini diwarnai dengan aktifnya El Nino di Samudra Pasifik yang pada saat ini dalam fase lemah menuju sedang. Hal ini menambah sifat dari musim kemarau ini semakin kering, di mana curah hujan yang akan terjadi di musim kemarau ini di bawah normal, dan kami prediksikan kemungkinan musim kemarau ini akan lebih panjang dari rata-rata normalnya,” ungkapnya.
Meski demikian, BMKG masih belum merilis secara resmi awal musim hujan tahun 2026. Namun secara historis, musim kemarau di Sumatera Selatan biasanya berlangsung hingga Oktober sebelum memasuki masa peralihan.
“BMKG saat ini belum merilis awal musim hujan di 2026 ini, namun secara historis rata-rata memang musim kemarau di Sumatera Selatan sampai dengan Oktober 2026. Di bulan Oktober ini kita telah memasuki musim peralihan ke musim hujan,” ujarnya.
Dengan kondisi yang semakin kering, BMKG mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah yang memiliki kawasan gambut cukup luas.
BACA JUGA:Denza D9 Jadi MPV Listrik Premium yang Sedang Naik Daun
BACA JUGA:Tata Tiago Jadi Pendatang Baru di Segmen City Car Indonesia, Siap Meramaikan Persaingan Mobil Kompak

Potensi kebakaran lahan dan hutan ini merata di seluruh Sumatera Selatan,--Foto : M. Aidil - PALTV
“Dengan kondisi kering ini, kami menghimbau kewaspadaan terhadap ancaman bahaya kebakaran lahan dan hutan untuk seluruh Sumatera Selatan. Potensi kebakaran lahan dan hutan ini merata di seluruh Sumatera Selatan, namun yang lebih perlu diwaspadai adalah wilayah-wilayah yang memang lahan gambutnya cukup besar seperti di OKI, Ogan Ilir, dan Musi Banyuasin,” katanya.
Sinta juga mengimbau masyarakat untuk mencegah munculnya titik api sejak dini serta tetap menjaga kesehatan selama beraktivitas di tengah cuaca panas.
“Kami himbau kepada masyarakat untuk sedini mungkin mencegah adanya api atau titik api yang nantinya berdampak kepada kebakaran lahan dan hutan yang akan sulit untuk padam. Untuk kondisi kemarau ini, kami juga menghimbau kepada masyarakat selain mewaspadai bencana kebakaran lahan dan hutan, juga waspada terhadap potensi kebakaran di pemukiman. Dan juga masyarakat ketika beraktivitas di luar ruangan agar melindungi diri dari paparan sinar matahari dan juga menjaga kesehatan di kondisi yang cukup panas dan terik ini,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: paltv.co.id

