Pengawasan Hewan Kurban Jelang Idul Adha Diperketat di Sumsel
Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Selatan meningkatkan pengawasan terhadap hewan kurban guna memastikan kesehatan dan kelayakan ternak yang akan disembelih.--Foto : M. Aidil - PALTV
PALEMBANG, PALTV.CO.ID — Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Selatan meningkatkan pengawasan terhadap hewan kurban guna memastikan kesehatan dan kelayakan ternak yang akan disembelih.
Kepala Seksi Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel, dr. Rudy Purnama Admaja, mengatakan pihaknya telah membentuk tim pemantauan dan pemeriksaan hewan kurban berdasarkan Surat Keputusan Nomor 800/903 Tahun 2026.
“Terkait pelaksanaan penyembelihan hewan kurban tahun 2026, kami telah membentuk tim pemantauan dan pemeriksaan hewan kurban. Tim ini tidak hanya berasal dari unsur dinas, tetapi juga melibatkan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Sumatera Selatan,” ujarnya.

tim pemantauan dan pemeriksaan hewan kurban. Tim ini tidak hanya berasal dari unsur dinas, tetapi juga melibatkan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Sumatera Selatan--Foto : M. Aidil - PALTV
Ia menjelaskan, tim tersebut telah menyusun jadwal pemeriksaan kesehatan hewan di sejumlah wilayah, seperti Palembang, Kabupaten Banyuasin, dan Ogan Ilir. Selain itu, seluruh kabupaten dan kota di Sumsel juga diinstruksikan melakukan pengawasan serupa di wilayah masing-masing.
BACA JUGA:Bahas Tata Kelola Sumur Minyak, Pemkab Muba Kumpulkan Stakeholder
BACA JUGA:Pemprov Sumsel Targetkan 6.525 Bedah Rumah, Fokus Tekan RTLH 2026
“Pemeriksaan difokuskan untuk memastikan hewan kurban memenuhi kriteria, yaitu dalam kondisi sehat, cukup umur atau sudah mengalami pergantian gigi, tidak kurus, tidak cacat, dan diutamakan berjenis kelamin jantan,” jelasnya.
Rudy menambahkan, petugas di lapangan telah dibekali kemampuan teknis untuk melakukan pemeriksaan langsung terhadap kondisi ternak di kandang.

Kepala Seksi Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel, dr. Rudy Purnama Admaja--Foto : M. Aidil - PALTV
Terkait penyakit, ia mengungkapkan bahwa salah satu temuan yang kerap dijumpai setelah penyembelihan adalah infestasi cacing pada hati sapi. Untuk itu, pihaknya turut melibatkan tim laboratorium veteriner dan kesehatan masyarakat veteriner dalam pengambilan sampel.
“Selain itu, penyakit yang perlu diwaspadai adalah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Kami telah mendistribusikan sekitar 20 ribu dosis vaksin ke 17 kabupaten dan kota, dan sekitar 93 persen ternak sudah divaksin,” katanya.
BACA JUGA:169 Jamaah Haji Prabumulih Diberangkatkan 11 Mei, Lima Bus Disiapkan
BACA JUGA:Usulan Kenaikan Harga Minyak Goreng Dikaji, Dipicu Lonjakan Biaya Produksi dan Harga Bahan Baku
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: paltv.co.id

