Kurs Dolar AS Hari Ini 21 April 2026 Stabil di Level Rp17.100-an, Rupiah Tunjukkan Penguatan Tipis
Kurs Dolar AS pada hari Ini Selasa, 21 April 2026, terlihat stabil di level Rp17.100-an, Rupiah tunjukkan penguatan tipis.--freepik.com/@freepik
PALTV.CO.ID - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa, 21 April 2026, terpantau masih bergerak stabil di kisaran Rp17.100 hingga Rp17.200 per USD.
Dari beberapa sumber, berdasarkan data pasar terbaru, Rupiah dibuka di level sekitar Rp17.125 hingga Rp17.135 per Dolar AS pada pagi hari.
Pergerakan ini menunjukkan adanya penguatan tipis dibandingkan dengan posisi sehari sebelumnya, meskipun tekanan eksternal masih membayangi.
Sepanjang sesi perdagangan, fluktuasi Rupiah berada dalam rentang Rp17.100 hingga Rp17.200 per Dolar AS.
BACA JUGA:Permintaan BPK, 2.343 Kendaraan Dinas Pemkab OKI Ditarik, 312 Unit Tak Layak Pakai
BACA JUGA:Dipicu Perselisihan, Tukang Parkir di Palembang Dibacok Pedagang Sayur
Kondisi ini mencerminkan bahwa pasar masih cenderung berhati-hati dalam merespons berbagai sentimen global, termasuk kebijakan moneter Amerika Serikat serta dinamika ekonomi internasional yang masih belum sepenuhnya stabil.

Beberapa bank besar di Indonesia mencatat nilai jual Dolar AS di atas Rp17.200, sementara kurs beli berada di kisaran Rp17.000 hingga Rp17.100.--freepik.com/@wirestock
Sementara itu, kurs referensi dari perbankan nasional juga menunjukkan angka yang tidak jauh berbeda.
Beberapa bank besar di Indonesia mencatat nilai jual Dolar AS di atas Rp17.200, sementara kurs beli berada di kisaran Rp17.000 hingga Rp17.100.
Perbedaan ini merupakan hal yang wajar, mengingat adanya spread yang diterapkan oleh masing-masing bank sebagai bagian dari mekanisme transaksi valuta asing.
BACA JUGA:163 Rolling door Hilang UPTD Pasar Muara Enim Lapor Polisi
BACA JUGA:Hujan Deras Sore Hari, Banjir Genangi Sejumlah Titik di Palembang dan Lalu Lintas Tersendat
Di sisi lain, pembaruan resmi dari Bank Indonesia (BI) menunjukkan bahwa kurs tengah Rupiah masih berada dalam tekanan moderat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: berbagai sumber

